Ketidakwarasan di Balik Sosok Party Animal, Setujukah Anda? | Breaktime
Ketidakwarasan di Balik Sosok Party Animal, Setujukah Anda?
21.06.2015

Bagi sebagian orang, salah satu cara untuk menghilangkan stress adalah kumpul bersama dengan banyak orang dan tak pernah absen menghadiri berbagai party. Kalau nggak ada party, mereka nekat untuk membuatnya sendiri. Sekilas orang seperti ini terlihat bermasalah dengan kehidupan sosialnya, tapi tahukah Anda bahwa banyak party animals yang ternyata punya “masalah” dengan kepribadiannya?

Dalam ranah psikologi, para psikolog sering berbicara tentang self-defense mechanism atau upaya pertahanan diri yang sering dilakukan agar terbebas dari pikiran, perasaan, dan perilaku yang tidak menyenangkan. Setidaknya ada 4 bentuk self-defense mechanism yang sering dilakukan party animals, seperti berikut ini:

Penyangkalan

Party animals sering melampiaskan masalah dengan alkohol
Party animals sering melampiaskan masalah dengan alkohol

Orang yang tak pernah absen dari pesta sering kali memanfaatkan hiruk-pikuknya acara untuk menyembunyikan perasaan sedih atau kesepian yang tengah dialami. Sebagai contoh, seseorang yang kerap menenggak alkohol saat pesta umumnya mengelak kalau mereka sedang punya banyak masalah dan justru berkata bahwa pekerjaan dan hubungan sosial mereka dalam keadaan sangat baik.

Disosiasi

Sebagian party animals juga yakin bahwa ia memutuskan hubungannya dari dunia dan hidup di dunia lain yang tak dipenuhi dengan berbagai pikiran, perasaan, atau kenangan buruk yang mengerikan dan tak mampu ditahan.

Regresi

Regresi merupakan perasaan kembalinya seseorang pada masa tersulit dalam hidupnya yang sudah dilalui. Orang-orang seperti ini biasanya dipenuhi dengan amarah dan malas melakukan berbagai aktivitas harian. Pendek kata, regresi bisa dikatakan orang yang gagal move on dalam tahap akut.

Acting out

Pernah melihat seorang teman yang mendadak melemparkan gelas saat pesta karena ia disenggol temannya secara tak sengaja? Ya, alih-alih mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, party animals jenis ini merasa dapat menurunkan ‘tegangan’ bila mereka telah melakukan tindakan-tindakan ekstrim. Tak heran bila kadang ada juga yang rela melukai diri sendiri untuk mengungkapkan kekesalan emosionalnya.

Banyak sekali hal menarik yang bisa B’timers pelajari dari sisi lain kepribadian para party animals. Jika memang ada kemungkinan Anda bisa membantu teman yang mengalami salah satu dari bentuk self-defense mechanism dan mendekatinya secara personal, tentu tak ada  salahnya untuk mencobanya, bukan?

Share This Article