Seluk Beluk Penyakit Sirosis dan Pencegahannya | Breaktime
Kenali Seluk Beluk Penyakit Sirosis dan Pencegahannya
14.12.2015

Selain kanker, kira-kira penyakit apa lagi yang paling banyak ditakuti orang? Sirosis! Yap, sirosis merupakan kerusakan hati jangka panjang yang menyebabkan hati mengalami penurunan fungsinya secara drastis. Kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan istilah gagal hati. Meski perkembangan penyakit ini berlangsung selama bertahun-tahun, tapi B’timers perlu mengenali dengan baik seluk beluk penyakit sirosis.

Gejala penyakit sirosis

  • Kehilangan selera makan
  • Keletihan atau kekurangan energi
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut
  • Penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba
  • Memar
  • Kulit dan putih mata berwarna kekuningan
  • Mual dan muntah
  • Muntah darah
  • Kulit mengalami gatal-gatal
  • Bicara gagap

Penyebab sirosis

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang menderita penyakit sirosis? Sebagian besar penyakit sirosis diakibatkan karena virus hepatitis B, virus hepatitis C, serta konsumsi minuman keras yang berpeluang besar untuk merusak jaringan hati.

Seluk Beluk Penyakit Sirosis dan Pencegahannya | Breaktime
Segera lakukan pemeriksaan medis ketika merasakan gejala sirosis

Diagnosis sirosis

Untuk melakukan diagnosis sirosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa tahapan seperti:

Pemeriksaan fisik

Dilakukan dengan mengamati perubahan fisik yang terjadi pada tubuh pasien

Tes darah

Sampel darah B’timers akan diambil untuk diketahui tingkat fungsi hati dan kerusakannya jika ada.

Pencitraan

Tim medis juga akan melakukan CT scan, MRI, ultrasound, serta beberapa prosedur pencitraan lain yang diperlukan guna melihat kondisi hati lebih seksama.

Biopsi

Proses ini dilakukan dengan pengambilan sampel jaringan dari hati

Pengobatan sirosis

Secara medis, sirosis tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang ada dilakukan hanya untuk menghambat perkembangan penyebab dasar yang mengakibatkan kemunculan sirosis sejak awal. Selain itu, pengobatan juga dilakukan guna memperlambat kerusakan jaringan hati serta menangani komplikasi lain yang muncul akibat sirosis.

Umumnya, B’timers akan diberikan obat antivirus untuk mengatasi hepatitis C, diminta untuk menghentikan konsumsi minuman keras, atau menurunkan berat badan bila selama ini Anda mengalami obesitas.

Pencegahan sirosis

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum mengalami gejala penyakit sirosis atau divonis menderitanya B’timers melakukan sejumlah tindak pencegahan. Tindakan tersebut dapat berupa menghentikan atau tidak mencoba minuman keras sama sekali, menjahui seks bebas, atau berbagi jarum suntik.

Selain itu, aturlah pola makan dan gaya hidup Anda lebih baik. Jangan ragu untuk mengonsumsi sejumlah makanan sehat yang bagus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Olahraga rutin yang mampu memperlancar aliran darah dan membakar lemak jahat juga sangat penting untuk digalakkan.

Sayangi hati B’timers lebih baik dengan gaya hidup sehat yang lebih seimbang, yuk! (vsc)

Share This Article