Kenali Multiple Sclerosis yang Merenggut Nyawa Pepeng | Breaktime
Kenali Multiple Sclerosis yang Merenggut Nyawa Pepeng
06.05.2015

Berita duka menyelimuti rumah Ferrasta Soebardi atau yang lebih akrab disapa Pepeng “Jari-Jari”. Pagi tadi, tanggal 6 Mei 2015, Pepeng menghembuskan nafas terakhirnya ketika dirawat di Rumah Sakit Puri Cinere, Depo, Jawa Barat.

Ketika ditemui oleh awak media, putra kedua alm. Pepeng, Gerimio, menuturkan bahwa ayahnya sudah lama menderita komplikasi penyakit. Selama ini, Pepeng berjuang selama bertahun-tahun untuk melawan penyakit Multiple Sclerosis (MS) yang menggerogoti tubuhnya.

Multiple Sclerosis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf pusat, yakno otak dan jaringan sum-sum tulang belakang. Penyakit ini muncul akibat kerusakan myelin, sebuah materi yang melindungi saraf dan yang bertugas untuk memudahkan saraf mengirim impuls dengan cepat.

Hingga saat ini, belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab MS. Namun, kuat diduga MS terjadi karena kerusakan autoimmune yang mana sistem kekebalan tubuh memerangi sel-selnya sendiri. Selain itu, infeksi virus kronis, lingkungan, faktor keturunan, dan gaya hidup juga berperan dalam menimbulkan penyakit MS.

Keceriaan Pepeng saat menerima kunjungan acara Kick Andy “Tribute to Pepeng”
Keceriaan Pepeng saat menerima kunjungan acara Kick Andy “Tribute to Pepeng”

Penyakit ini biasanya mulai menyerang seseorang yang berada pada rentang usia 20 hingga 40 tahun. Tak hanya itu, MS ditemukan lebih besar potensinya untuk menyerang kaum Hawa dan mereka yang beretnis Kaukasian.

Gejala yang paling umum dari penyakit MS yang bisa mengakibatkan kelumpuhan seperti yang dialami oleh alm. Pepeng biasanya dimulai dengan adanya gangguan penglihatan, melemahnya atau lumpuhnya otak, mati rasa, hilangnya keseimbangan, gangguan bicara, depresi, termasuk memori yang mulai campur-aduk.

Cara pemeriksaan MS yang paling tepat biasanya dilakukan melalui Magnetic Resonance Imagin (MRI) atau melalui sampel cairan cerebrospinal, yaitu cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Untuk memperlambat MS, pasien biasanya dianjurkan untuk menjalani pengobatan medis, fisioterapi, serta konseling.

Selain itu, pastikan B’timers selalu mengisi pikiran dengan berbagai hal-hal positif dan rasa optimis untuk makin menguatkan sistem kekebalan tubuh dengan sekresi hormon serotonin penyebab bahagia, seperti yang telah dicontohkan oleh almarhum Pepeng. Selamat jalan Ferrasta Soebardi.

Share This Article