Jangan Percaya bahwa Gangguan Jiwa Bisa Menular! | Breaktime
Jangan Percaya bahwa Gangguan Jiwa Bisa Menular!
10.10.2017

Isu kesehatan mental saat ini bukan lagi suatu hal yang tabu untuk dibicarakan, terutama dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Dunia yang bertepatan pada 10 Oktober 2017. Meski demikian, masih ada banyak stereotype mengenai masalah kesehatan jiwa yang belum diketahui faktanya secara meluas. Beberapa orang yang memiliki gejala gangguan jiwa merasa tak berdaya karena kesulitan mengakses penanganan medis yang diperlukan. Demikian juga dengan mereka yang telah didiagnosis memiliki gangguan jiwa juga kesulitan untuk mencapai kondisi mental yang lebih baik karena pandangan sebelah mata dari masyarakat.

Pertama kali diperingati pada tahun 1992, Hari Kesehatan Jiwa Dunia menandai perlunya meningkatkan kesadaran akan pentingnya masalah kesehatan jiwa bagi setiap individu. Hari ini juga menandai perlunya melawan berbagai stigma yang masih menyelubungi isu kesehatan jiwa. Salah satu stereotype yang masih banyak beredar di masyarakat ialah bahwa, sama halnya dengan penyakit fisik lainnya, gangguan mental juga bisa menular. Alih-alih merangkul penderita gangguan jiwa, stigma tersebut membuat para penyandang gangguan mental tersebut dijauhi di lingkungan sosial karena masyarakat yang takut tertular. Benarkah semudah itu “kegilaan” dapat menular?

Psikolog Dr. Susan Bartell menyatakan bahwa memang benar beberapa gangguan kejiwaan yang paling sering ditemukan pada wanita seperti depresi dan anxiety memang dapat diturunkan lewat hubungan darah. Jenis gangguan jiwa lainnya seperti bipolar disorder, ADHD, OCD, dan schizophrenia juga dapat diturunkan dari hubungan kekeluargaan. Membicarakan isu genetika memang tak sepenuhnya bisa dipastikan secara tepat, sehingga selalu ada kemungkinan bahwa Anda mendapati gejala anxiety seperti mudah panik, lelah, gelisah, dan gangguan tidur apabila Ibu kandung Anda memiliki masalah kejiwaan yang sama hingga kadar tertentu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ternyata Anda Bisa Cek Kesehatan Lewat Kuku Lho

Diagnosis yang dilakukan pada pasien gangguan jiwa di usia remaja atau dewasa awal biasanya menunjukkan bahwa hampir semua kasus memiliki keterkaitan langsung dengan isu genetis. Sebaliknya, depresi atau anxiety yang disebabkan oleh kondisi situasional seperti trauma otak maupun penyakit lainnya yang berhubungan dengan pusat syaraf justru cenderung tidak menyebabkan kasus gangguan jiwa. Meski berkaitan dengan isu genetis, gangguan jiwa tidak selalu muncul dalam gejala yang sama persis di tiap individu yang memiliki hubungan kekerabatan. Sebagai contoh, seorang ibu yang memiliki masalah depresi seumur hidunya belum tentu memiliki anak perempuan yang sama terganggunya, namun sang anak bisa jadi memiliki risiko lebih besar untuk mengalami postpartum depression. 

Jangan Percaya bahwa Gangguan Jiwa Bisa Menular! | Breaktime
Yang dibutuhkan oleh penderita gangguan jiwa ialah dukungan, bukan stigma menyesatkan

B’timers tidak bisa seketika menyimpulkan bahwa gangguan jiwa bisa menular. Beberapa kasus ekstrem yang sering terjadi ialah pasangan yang batal menikah hanya karena salah seorang di antara mereka memiliki riwayat anggota keluarga dengan gangguan jiwa dan terdapat kekhawatiran bahwa masalah tersebut akan menurun ke anak mereka nantinya. Padahal, tidak ada garis pemisah yang jelas antara orang yang sehat secara mental dengan orang yang memiliki gangguan jiwa. Secara statistik, 50% orang di dunia memiliki peluang untuk mengalami salah satu gangguan mental seperti depresi, anxiety, bipolar disorder, maupun schizophrenia setidaknya sekali seumur hidup.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Dampak Buruk Sashimi Ayam Tak Senikmat Rasanya

Hal tersebut disebabkan oleh susunan syaraf yang sama di antara penderita gangguan jiwa bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda. Beberapa orang mampu memulihkan diri seiring waktu tanpa membutuhkan perawatan medis, sedangkan orang lain yang sama-sama memiliki gangguan jiwa mungkin malah memburuk tanpa adanya penanganan yang serius. Stigma bahwa gangguan jiwa dapat dengan mudah menular disebabkan oleh pandangan awam mengenai susunan syaraf yang dianggap sudah tetap dan tak mampu diubah seiring waktu. Faktanya, potensi gangguan jiwa hampir pasti dimiliki semua individu namun ketidakseimbangan gen yang menyebabkan gejala gangguan jiwa tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Mengembalikan Suara Hilang Secara Alami

Artinya? Tidak benar bahwa gangguan jiwa merupakan kondisi yang menular. Jangankan secara genetis, terpapar dengan orang terdekat yang memiliki gangguan jiwa tidaklah berpotensi menularkan gejala tersebut kepada Anda. Berilah dukungan kepada orang terdekat Anda yang memiliki gejala gangguan jiwa untuk mendapatkan penanganan dari ahlinya. Semoga Anda dan keluarga selalu sehat secara fisik dan mental ya, B’timers! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE