Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu, Sudah Tahu? | Breaktime
Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu, Sudah Tahu?
10.08.2016

Aduh! Anda menghindari produk olahan susu karena memiliki alergi pada produk susu, B’timers? Namun begitu banyak kebingungan mengenai intoleransi laktosa dan alergi susu, meskipun keduanya terdengar sama. Hmm, tapi apakah ada beda intoleransi laktosa dengan alergi susu, ya? Yuk, simak apa saja beda keduanya dan cara mengatasinya, B’timers!

Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu, Sudah Tahu? | Breaktime
Anak-anak lebih rentan mengalami alergi susu

Cara bedakan intoleransi laktosa dan alergi susu

Meskipun sama-sama menggambarkan masalah perut, keduanya berbeda. Intoleransi laktosa sendiri lebih disebabkan karena kekurangan enzim lactase dalam tubuh kita. Enzim inilah yang memecah laktosa atau gula yang terkandung di dalam susu serta produk olahan lainnya, B’timers. Sementara alergi susu adalah alergi makanan yang sebenarnya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap protein dalam susu.

Gastroenterologist Klinik Lahey di Burlington, Amy E. Barto mengungkapkan, bahwa intoleransi laktosa dan alergi susu memiliki entitas yang sangat berbeda. Alergi susu biasanya muncul di awal kehidupan, B’timers. Sedangkan intoleransi laktosa membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang dan bisa terjadi setiap saat di usia berapapun, lho.

Baca juga : MAKAN COKELAT BISA BIKIN KITA BAHAGIA, BENARKAH?

Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu, Sudah Tahu? | Breaktime
Sakit perut adalah gejala awalnya, B’timers

Gejala karena intoleransi laktosa dan alergi susu

Intoleransi laktosa bisa diturunkan secara genetik, ataupun karena  adanya kerusakan usus kecil akibat dari infeksi virus atau bakteri. Gejala intoleransi laktosa biasanya timbul antara 30 menit hingga 2 jam setelah Anda mengonsumsi susu atau produk olahan susu, B’timers. Dan gejalanya adalah, sakit perut, perut begah dan kembung, mual hingga diare.

Untuk alergi susu biasanya hanya terjadi ketika kita mengonsumsi susu sapi. Meskipun demikian, tidak lepas kemungkinan Anda alergi pada susu kedelai, B’timers. Anak-anak usia di bawah 3 tahun atau usia di atas 5 tahun yang paling umum mengalami kondisi ini. Gejalanya hampir sama dengan intoleransi laktosa, namun ditambah dengan ruam pada kulit serta pembengkakan bibir atau tenggorokan.

Well, terdengar menyiksa, ya, B’timers. Apalagi jika Anda adalah penggila cokelat maupun es krim. Tapi untuk mengatasi intoleransi laktosa dan alergi susu, sebaiknya Anda hindari atau setidaknya membatasi produk susu. Untuk intoleransi laktosa, Anda masih bisa mengonsumsi keju atau produk yogurt. Namun jika Anda mengalami alergi susu, sebaiknya hindari makanan apapun yang mengandung susu. (NO)

Share This Article