Ini Bukti Bahwa Orang Sabar Lebih Panjang Umur! | Breaktime
Ini Bukti Bahwa Orang Sabar Lebih Panjang Umur!
29.04.2016

B’timers, kesabaran tidak hanya suatu tindakan kebajikan, namun ternyata orang sabar lebih panjang umur juga. Penelitian menunjukkan bahwa DNA bisa bertambah tua lebih cepat terjadi pada orang yang tidak sabar. Temuan ini berasal dari peneliti di Singapura yang melibatkan lebih dari 1000 siswa sehat untuk mengikuti tes kesabaran.

Pada studi tersebut, peneliti mengajak 1000 siswa tersebut mengikuti sebuah permainan di mana mereka mengatakan para peserta akan mendapatkan USD 100 pada hari berikutnya, atau menunggu satu bulan lamanya untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar. Mereka juga diminta melakukan ini dan itu jika ingin mendapatkan uang lebih banyak sembari menunggu.

Artinya, para peneliti tersebut mengamati kesabaran peserta terhadap kemampuannya menunggu hadiah yang besar. Apakah mereka memilih mengambil USD 100 yang bisa didapatkan keesokan harinya, atau bersedia menunggu satu bulan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Nah, selain diminta melakukan permainan tersebut, para relawan juga memberikan sampel darah yang akan memberikan petunjuk seberapa cepat penuaan DNA terjadi pada mereka.

Bagaimana meneliti kerusakan DNA terkait ketidaksabaran?

Dalam riset itu, para peneliti memusatkan perhatian pada struktur kecil yang disebut telomere. Telomere adalah topi atau pelindung biologis di ujung kromosom yang berguna untuk melindungi DNA di dalamnya dari kerusakan, seperti halnya pelindung pada ujung tali sepatu yang mencegahnya jadi berjumbai.

Ini Bukti Bahwa Orang Sabar Lebih Panjang Umur! | Breaktime
Gambar telomere di ujung kromosom

Nah, seiring dengan bertambahnya usia, telomere pada kromosom ini akan semakin memendek dan memendek yang kemudian berujung pada kerusakan DNA. Kerusakan DNA inilah yang bisa meningkatkan kemungkinan terserang penyakit yang berkaitan dengan usia. Lantas, apa hubungannya kerusakan DNA dengan ketidaksabaran?

Juga dipengaruhi gaya hidup

Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa orang yang tidak sabar dan sering meluap-lupa emosinya dapat mempengaruhi kecepatan rusaknya telomere pada kromosom. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan bagaimana apakah mereka menerapkan gaya hidup sehat juga diperhitungkan.

Sayangnya, penelitian tersebut tidak menjelaskan dengan detail tentang tingkat kesabaran seperti apa yang bisa membuat seseorang panjang umur dan ketidaksabaran seperti apa yang akan mempercepat kerusakan DNA. Yang jelas, hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 1000 siswa tersebut mengalami kerusakan telomere lebih cepat dibanding mereka yang bersabar menunggu hadiah.

Nah, orang yang memiliki tingkat kesabaran tinggi juga memiliki kecenderungan untuk hidup lebih sehat dibanding dengan mereka yang tidak sabar. Misalnya, orang tidak sabar tak ingin ribet memasak makanan sehat di dapur dan lebih memilih makanan cepat saji yang lebih ringkas. Namun, justru berakibat buruk dalam hidupnya, termasuk umur yang pendek. Hmmm! (nap)

Share This Article