Ini Alasan Kita Wajib Berdamai Dengan Stres | Breaktime
Ini Alasan Kita Wajib Berdamai Dengan Stres,Tak Sulit, Kok
13.01.2016

Temukan cara menjadikan stres sebagai teman Anda, B’timers

Pekerjaan kantor menumpuk dan deadline sudah mepet. Anak-anak merengek minta dibelikan gadget keluaran terbaru. Mobil harus segera diservis. Semua orang memiliki permasalahannya masing-masing. Dan apapun masalahnya, kita pasti akan langsung stres jika terus menerus demikian.

Seorang psikolog dari Stanford, Kelly McGonial membocorkan hasil penelitian terbaru, bahwa ternyata stres dapat membuat kita lebih kuat, pintar dan bahagia. Tentu saja jika saja kita mau belajar bagaimana cara membuka pikiran untuk hal tersebut.

Stres tidak selalu mengerikan

Kita sebenarnya bisa berdamai dengan keadaan, karena menurut Kelly, stres tidak selalu berdampak negatif. Satu penelitian menemukan bahwa jika seseorang memiliki tujuan untuk menghindari stres, hal tersebut akan meningkatkan resiko negatif dalam jangka panjang. Seperti depresi, perceraian, atau pemecatan.

Lalu bagaimana caranya mengatakan pada diri kita bahwa stres itu baik? Memang sedikit sulit untuk mengubah anggapan tersebut. Tapi, pertama Anda bisa belajar untuk menganggap stres sebagai energi yang dapat digunakan.

Dicontohkan seperti ketika merasa jantung berdebar lebih cepat karena gelisah, pikirkan bahwa itulah cara tubuh memberi energi yang Anda butuhkan untuk mengatasi tantangan yang ada. Yang lebih penting lagi, dengan mengubah cara pandang, berarti Anda terhindar dari resiko menghadapi trauma akibat stres. Bahkan resiko kematian muda, B’timers!

Ini Alasan Kita Wajib Berdamai Dengan Stres | Breaktime
Perhatian diharapkan datang dari orang terdekat

Stres memperbaiki hubungan sosial

Sisi positifnya, stres ternyata membuat tubuh melepaskan neuro-hormone oxytocin. Jika Anda pernah mendengarnya, keadaan tersebutlah yang akan mengajak kita untuk cuddling! Dan, melakukan kontak fisik dengan orang-orang terdekat mampu meningkatkan hubungan sosial Anda.

Dalam keadaan seperti ini, otak secara otomatis akan mendorong kita untuk mencari dukungan dari pasangan misalnya. Dan respons alami Anda yaitu menceritakan segala keluhan kepadanya, atau sekedar meminta pelukan dari orang terdekat.

Menunjukkan kepedulian

Pengalaman yang membuat stres, seperti kesulitan finansial atau krisis keluarga, dapat meningkatkan resiko kematian sebanyak 30%, lho. Tapi bagi mereka yang meluangkan waktu untuk memperhatikan orang lain, dinyatakan sama sekali tidak memiliki peningkatan resiko mengerikan tersebut.

Nah, B’timers, stres memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Tapi daripada harus menanggung resiko negatif karena stres, akan lebih baik jika kita belajar berdamai dengannya. Karena dengan demikian Anda bisa hidup lebih lama, lho. (NO)

Share This Article