Info Kesehatan Terbaru: Bahaya Ponsel Cuma Hoax? | Breaktime
Info Kesehatan Terbaru: Bahaya Ponsel Cuma Hoax?
28.07.2017

B’timers, tentu Anda sudah tak asing lagi dengan petuah akan bahayanya radiasi ponsel bagi kesehatahn tubuh? Beberapa nasehat yang mungkin paling sering Anda dengar adalah dilarang meletakkan ponsel di saku jeans karena dapat menyebabkan kemandulan atau dilarang meletakkan ponsel di dekat kepala saat posisi tidur karena dapat menimbulkan kanker otak. Meski terdengar ilmiah dan terpercaya, nasehat tersebut rupanya tidaklah tepat. Tahukah B’timers mengapa terdapat banyak info kesehatan terbaru yang mengulas kekhawatiran mengenai bahaya radiasi ponsel bagi kesehatan?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Suka Ngopi, Pikirkan Efek Samping Ini!

Terdapat beberapa alasan mengapa mayoritas orang menganggap radiasi ponsel sebagai momok. Pertama, paparan terhadap radiasi ionisasi seperti dari mesin X-Ray diketahui mampu meningkatkan risiko terkena kanker. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada bukti ilmiah mengenai dampak langsung radiasi ionisasi ponsel terhadap potensi timbulnya kanker. Ponsel, di sisi lain, merupakan gawai elektronik yang memancarkan gelombang radiasi non-ionisasi, demikian juga dengan microwave oven maupun mesin radar. Hingga saat ini, meski telah banyak riset yang dilakukan, belum ditemukan adanya bukti ilmiah yang meyakinkan dan secara konsisten menunjukkan pengaruh radiasi gawai elektronik terhadap risiko terjangkit kanker.

Tahukah B’timers bahwa radiofrequency energy pada dasarnya terdiri dari dua jenis, yakni ionisasi dan non-ionisasi? Pada saat berada di dekat peralatan yang memancarkan radiasi radiofrequency energy, tubuh Anda akan menyerap energi dari gawai tersebut hingga secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan suhu tubuh. Radiasi ionisasi seperti yang berasal dari mesin x-ray memang terbukti cukup kuat untuk mengionisasi molekul dan sel tubuh manusia sehingga menyebabkan dampak yang sangat berbahaya seperti risiko terjadinya kanker. Sebaliknya, pancaran energi yang dipancarkan dari telepon genggam kesayangan Anda terlalu lemah untuk merusak sel tubuh sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan risiko timbulnya kanker.

Sejumlah gugatan hukum telah diajukan oleh warga negara Amerika Serikat terhadap pabrikan telepon genggam seperti Motorola, Siemens, dan Nokia. Mereka menuntut bahwa produk ponsel keluaran mereka menyebabkan terjadinya kasus kanker otak hingga kematian pada para anggota keluarga penggugat. Gugatan-gugatan semacam itu pada akhirnya ditolak oleh majelis hakim karena pola terjadinya kanker otak dan risiko kesehatan lainnya yang terlalu random dan didasari oleh riset ilmiah yang dapat dipercaya. 

Info Kesehatan Terbaru: Bahaya Ponsel Cuma Hoax? | Breaktime
Ponsel memang menjadi salah satu kebutuhan untuk saat ini
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Obat Alami Mengecilkan Perut Anti Ribet

Masih ragu, B’timers? Mari kita lihat yang terjadi pada microwave. Satu-satunya dampak biologis yang ditimbulkan oleh pancaran frekuensi radio ialah heating. Pada microwave, energi radiofrequency ditunjukkan oleh kemampuan dalam memanaskan makanan. Sebaliknya, apabila Anda mengamati yang terjadi pada ponsel maupun gawai elektronik lainnya, efek heating maupun perubahan suhu tubuh yang bersinggungan langsung dengan gawai, seperti pada area tangan, kepala, atau telinga tidak terjadi secara signifikan. Meski efek heating dapat sekilas ditemukan pada bagian-bagian tubuh tersebut, tidak ada peningkatan suhu tubuh yang terjadi secara drastis yang dihasilkan dari radiofrequency energy tersebut.

Beberapa riset lain terkait dengan bahaya radiasi ponsel terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa pancaran gelombang energi dari ponsel dapat berpengaruh terhadap metabolisme glukosa hingga aliran darah pada otak. Meski terdengar meyakinkan, sekali lagi B’timers, riset-riset tersebut masihlah sebatas asumsi dan belum menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan bagi kesehatan tubuh. Banyak yang tidak diungkapkan dari penelitian-penelitian semacam itu bahwa ada faktor-faktor lain yang diabaikan oleh peneliti namun sebenarnya berpengaruh pada variabel-variabel yang diteliti. Para ilmuwan yang terlibat dalam riset kebanyakan mengalami kegagalan dalam mempertimbangkan perubahan suhu dan status exposure pengguna ponsel terhadap radiasi gawai secara berkala. Sayangnya, banyak info kesehatan terbaru yang secara mentah menonjolkan bahaya radiasi ponsel sehingga menimbulkan paranoid bagi para pengguna ponsel saat ini.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Masker Penghilang Komedo Ini Beri Hasil Terbaik!

B’timers juga perlu mempertimbangkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tentunya tidaklah baik. Artinya, meski belum ada pembuktian ilmiah mengenai bahaya ponsel secara signifikan, Anda sebaiknya tetap menggunakan telepon genggam dalam jangka waktu yang wajar dan tidak berlebihan. Meski risiko radiasi terhadap timbulnya kanker dapat Anda kesampingkan, tidak ada salahnya untuk membatasi penggunaan ponsel dan mengalokasikan waktu untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat dan tidak melulu bersinggungan dengan gadget, seperti menghabiskan quality time dengan anggota keluarga atau untuk membaca buku. Finally, Anda juga sebaiknya waspada dalam menyaring info kesehatan terbaru yang cenderung menyebarkan kekhawatiran berlebih hingga hoax yang membikin panik tanpa ada dasar ilmiah yang jelas. (dee)



artikel kompilasi