Hubungan Stress Dengan Tekanan Darah Tinggi | Breaktime
Hubungan Stress Dengan Tekanan Darah Tinggi
02.01.2016

Apa yang biasanya Anda rasakan ketika kehilangan pekerjaan, atau seseorang yang kita sayangi? Atau mungkin masalah berat datang di dalam kehidupan Anda? Marah dan kecewa. Hal itu sebenarnya merupakan tanda bahwa Anda tengah dilanda stress.

Lalu apa yang akan Anda lakukan ketika sedang stress? Menangis hingga marah. Yang pasti Anda akan lebih berani menunjukkan emosi.

Stress menyebabkan tekanan darah naik?

Sebenarnya mengapa kita sampai merasa stress, sih? Stress datang ketika rutinitas kita terganggu. Sebagai manusia, kita pasti menginginkan keadaan yang aman. Namun semakin dewasa, semakin kita memahami bahwa kita tidak dapat menjaga semua hal tetap sama.

Terjebak dalam situasi yang selalu membuat kita stress, dikabarkan dapat menjadi penyebab tekanan darah menjadi tinggi. Tapi, benarkah seperti itu?

Tubuh kita akan memproduksi sejumlah hormone ketika stress. Hormone tersebut akan mempercepat detak jantung  yang sekaligus akan meningkatkan tekanan darah. Namun selama ini belum terbukti apakah stress merupakan penyebab utama tekanan darah kita meningkat. Kemungkinannya bisa dari kebiasaan lain yang kita lakukan ketika stress, seperti makan berlebih, minum alkohol, dan kebiasaan tidur yang salah.

Hubungan Stress Dengan Tekanan Darah Tinggi | Breaktime
Beristirahat secara teratur akan mengurangi resiko stress berlebih

Cara menjaga tekanan darah tetap normal

Ketika kita membicarakan bagaimana mengirangi resiko dan perawatan tekanan darah tinggi, salah satunya adalah dengan melakukan manajemen stress. Dan jika Anda sering merasakan emosi berlebihan, ada baiknya lakukan beberapa strategi berikut:

  • Cukup tidur

Dengan jam tidur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, dapat berdanpak buruk bagi kesehatan Anda. Dan hal tersebut juga akan mempengaruhi mood, energi, serta kesehatan fisik Anda.

  • Meditasi

Coba lakukan beberapa teknik untuk relaksasi, seperti meditasi. Dengan belajar mengatur pernapasan serta latihan peregangan otot, Anda juga akan dapat menjaga emosi agar tetap stabil.

  • Perbanyak hubungan sosial

Bergabunglah dengan orang baru dalam kursus menari, atau mengikuti organisasi yang sesuai dengan kesukaan Anda, dapat membantu mengurangi stress.

  • Manjakan diri

Buatlah jadwal untuk mengunjungi salon untuk pijat. Atau traktir diri Anda makan, dan nikmati setiap suapannya. Atau mungkin hanya berjalan-jalan santai sambil mendengarkan musik kesukaan Anda.

  • Minta bantuan

Jangan pernah merasa takut untuk meminta bantuan dari pasangan, teman, atau tetangga. Jika belum berhasil, kunjungi dokter dan konsultasikan apakah perlu mengkonsumsi obat tertentu.

Nah, B’timers, meskipun marah ataupun emosi berlebih bukan merupakan penyebab langsung tekanan darah Anda meningkat, ada baiknya tetap hindari kebiasaan buruk yang datang akibat stress melanda, ya?

Share This Article