Herbal vs Chemical Medicine, Lebih Bagus yang Mana? | Breaktime
Herbal vs Chemical Medicine, Lebih Bagus yang Mana?
08.10.2015

Ketika sakit, tentunya B’timers akan lebih memilih obat yang bisa menyembuhkan dengan cepat dan efektif. Dan tentu saja, obat semacam ini banyak sekali dijual bebas. Namun, banyak orang berpendapat bahwa dibandingkan dengan obat-obatan yang mengandung bahan kimia, lebih baik memilih obat herbal yang berasal dari alam. Sebenarnya lebih bagus mana antara obat-obatan berbahan kimia atau yang herbal?

Obat-obatan herbal dari alam contohnya dari rempah-rempah meskipun memiliki efek yang lebih lambat daripada yang berbahan kimia, namun bisa dibilang lebih aman. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association menyebutkan bahwa ada lebih dari 200 ribu reaksi negatif dari penggunaan obat-obatan berbahan kimia dalam satu tahun. Dan setengah dari jumlah tersebut menunjukkna reaksi yang sangat fatal, sampai menyebabkan kematian.

Banyak pasien yang mengalami alergi dengan bahan-bahan yang terdapat di dalam obat-obatan kimia seperti yang tertera pada kemasannya. Maka dari itu, untuk memberikan peringatan dan juga penjelasan kepada para konsumen, Donald M. Marcus M.D., dan juga Arthur P. Grollman, M.D yang penelitiannya dimasukkan ke dalam The New England Journal of Medicine, menyarankan untuk menyediakan informasi mendetail mengenai bahan-bahan yang terkandung di dalam obat-obatan.

Obat-obatan herbal memiliki efek buruk yang lebih minim
Obat-obatan herbal memiliki efek buruk yang lebih minim

Untuk jangka waktu panjang, penggunaan obat-batan herbal lebih aman dibandingkan penggunaan obat berbahan kimia. Daripada memborbardir tubuh dengan berbagai obat-obatan kimia, lebih disarankan untuk memilih obat-obatan herbal yang terbukti aman. Obat-obatan herbal juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal berbagai penyakit berbahaya.

Boleh-boleh saja untuk mengosumsi obat-obatan berbahan kimia, namun pastikan untuk mengontrolnya dalam jumlah yang wajar agar tidak membawa pengaruh buruk. Selain itu, pastikan penggunakan obat berbahan kimia selalu dilakukan dalam pengawasan dokter.

Share This Article