Hati-hati dengan Gangguan Makan Orthorexia, ya! | Breaktime
Hati-hati dengan Gangguan Makan Orthorexia, ya!
29.04.2016

Jika mendengar masalah gangguan makan, apa yang ada di pikiran Anda, B’timers? Mungkin diet berlebih demi untuk mendapatkan berat badan yang diimpikan, ya. Namun ada suatu kondisi lain yang disebut orthorexia. Wah, apa lagi itu orthorexia dan bagaimana cara kita mengenali gejalanya? Simak terus, ya, B’timers.

Kenalan dengan orthorexia, yuk!

Orthorexia Nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai oleh keasyikan ekstrem yang berlebihan. Penderitanya akan menghindari makanan apapun yang dianggap tidak sehat, B’timers. Kondisi ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1997 oleh Doktor Steven Bratman. Bahkan cara mengobatinya pun sama seperti menangani gangguan makan lainnya, seperti anorexia dan bulimia, lho.

Menghindari makanan yang tidak sehat sebenarnya baik, B’timers. Namun ketika para penderitanya menjadi semakin terobsesi, gangguan orthorexia bisa menyebabkan kekurangan gizi yang parah bahkan kematian. Dan berikut beberapa tanda yang mungkin mengatakan Anda atau orang di sekitar mengalami gangguan makan ini, B’timers.

Perilaku antisosial

Tanda-tanda awal yang bisa kita lihat dari gangguan makan orthorexia adalah para penderitanya akan menjauhi pergaulan. Karena adanya keinginan untuk menghindari makanan tidak sehat, mereka juga akan menolak undangan dari teman-teman untuk bersosialisasi.

Hati-hati dengan Gangguan Makan Orthorexia, ya! | Breaktime
Hanya makanan sehat yang akan dipilih

Tingkat percaya diri rendah

Karena adanya pembatasan pada apa yang dimakan, mereka tidak mengonsumsi cukup nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Pada kasus yang parah, jika makanan yang dipilih tidak memadai, mereka akan menyalahkan diri sendiri dan menolak bertemu siapapun.

Obsesi

Dengan munculnya kekhawatiran berlebihan pada pilihan makan yang sehat, akan menimbulkan kecemasan hingga mood yang rendah, lho, B’timers. Disebutkan juga obsesi ini dapat meningkatkan penyakit tertentu, seperti asma dan masalah pencernaan.

Hati-hati dengan Gangguan Makan Orthorexia, ya! | Breaktime
Penderita akan menarik diri dari hubungan sosial

Kegelisahan

Orang dengan orthorexia sering mengalami perasaan bersalah ketika mereka menyimpang dari daftar makanan sehat yang dibuat. Hal itu akan berakibat buruk pada kesehatan mental penderitanya, hingga dapat menyebabkan kecemasan atau serangan panik, B’timers.

Merasa lebih unggul

Jika sudah dalam tahap serius, penderita orthorexia bisa menjadi sangat agresif dan sombong terhadap orang lain, lho. Apalagi mereka yang tidak memperhatikan apa yang dimakan, B’timers. Meskipun demikian, ada pula yang lebih toleran terhadap pendapat orang, kok.

Dan meskipun tampaknya gangguan orthorexia itu tidak memiliki dampak yang buruk, karena memperhatikan sehatnya menu makanan yang mereka konsumsi. Jika kondisi itu sudah parah, tetap harus ditangani oleh ahlinya, B’timers. (NO)

Share This Article