Wanita Hamil Konsumsi Obat Pengencer Darah? | Breaktime

KONSULTASI KESEHATAN

dr. Yosefin Eka

dr. Yosefin Eka,S.Ked adalah alumni FK Universitas Brawijaya Malang. Ia pernah mengikuti Pelatihan Emergency Life Support di RS. Hasan Sadikin Bandung, serta Pelatihan dan Workshop Kulit Kelamin & Estetik Medik di FK Univ. Sebelas Maret 2015.

Haruskah Wanita Hamil Konsumsi Obat Pengencer Darah?
10.04.2016
Jika di kehamilan pertama ada riwayat kekentalan darah, apakah di kehamilan berikutnya harus mengonsumsi obat pengencer darah? Selain itu, saya juga pernah mengalami keguguran dua kali dan sempat diberi obat “ascardia” oleh dokter kandungan saya. Terima kasih.

Yulis Purnama (28) Ponorogo

Dear Yulis, terima kasih atas pertanyaannya.
Kekentalan darah terjadi jika jumlah sel-sel darah lebih banyak dibanding plasma (cairan) darah. Hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain gen, kekurangan cairan atau dehidrasi, dan terlalu banyak konsumsi lemak.
Riwayat kekentalan darah sendiri dapat diminimalisir atau dicegah supaya tidak kembali terulang seperti riwayat sebelumnya. Caranya adalah dengan perubahan pola hidup, yaitu memperbanyak minum air putih 1,5- 2 liter per hari. Karena, air putih dapat membantu menggelontor lemak-lemak dalam darah dan meningkatkan jumlah cairan dalam darah.

Wanita Hamil Konsumsi Obat Pengencer Darah? | Breaktime
Air putih dapat membantu menjaga kesehatan ibu hamil

Selain itu, hal yang dapat dilakukan selanjutnya adalah mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan dan makanan yang mengandung santan.
Olahraga juga dapat membantu mengencerkan darah dengan melancarkan peredaraan darah. Di saat Anda hamil seperti ini, dapat dilakukan olahraga yang bersifat ringan namun menyehatkan, contohnya seperti senam hamil.
Dan, saya sarankan sebaiknya Anda mengecek kadar kekentalan darah Anda lagi dalam kehamilan ini. Serta, jika pola-pola modifikasi gaya hidup di atas belum berhasil, Anda dapat mengonsumsi obat pengencer darah seperti yang Anda konsumsi sebelumnya (namun dengan catatan harus dengan pengawasan dan saran dokter tentunya).
Semoga bermanfaat dan selamat menyambut kelahiran bayinya
-dr. Yosefin

Share This Article