Faktanya, Curvy Women Lebih Berpeluang Melahirkan Anak Cerdas | Breaktime
Faktanya, Curvy Women Lebih Berpeluang Melahirkan Anak Cerdas
22.09.2015

Wanita bertubuh ramping tak hanya identik dengan cantik dan seksi, tapi juga berpotensi melahirkan anak yang cerdas, lho. Well, sangat mengejutkan sekali bukan? Namun, hal inilah yang ditemukan oleh sejumlah peneliti dari University of Pittsburgh dan University of Calofornia, Santa Barbara.

Studi ini melibatkan 16.000 curvy woman yang diukur berat badan dan hasil tes kognitifnya. Curvy woman sendiri didefinisikan sebagai wanita yang memiliki lingkar perut lebih kecil dibanding lingkar pinggangnya. Berdasarkan hasil temuan tersebut, lemak yang bersarang pada area pangkal paha sangat kaya akan kandungan asam lemak omega-3.

Menurut Prof. Will Lassek, penulis buku “Why Woman Need Fat”, asam lemak omega-3 inilah yang sangat penting bagi pertumbuhan otak janin ketika berada dalam kandungan. Lemak mengandung senyawa kimia decoshahexaenoic acid (DHA) yang menjadi komponen penting pada otak manusia.

Selain itu, pihak University of Maryland Medical Center juga mengungkap bahwa asam lemak omega-3 dibutuhkan bayi untuk mengembangkan otak, sistem saraf, dan mata mereka pada masa awal enam bulan pasca kelahiran. Selanjutnya, nutrisi ini akan disalurkan pada buah hati melalui pemberian ASI ekslusif.

Lakukan olahraga rutin untuk membakar lemak pada area perut
Lakukan olahraga rutin untuk membakar lemak pada area perut

Selain itu, seorang ahli reproduksi biologis dari Cambridge University, David Bainbridge mengungkap bahwa lemak yang ASI yang dapat mencerdaskan otak kebanyakan berasal dari area pantat dan paha. Oleh karena itu, menurutnya tak heran bila para pria pun akan lebih tertarik menikah dengan wanita bertubuh ramping guna mendapatkan keturunan yang cerdas.

Lalu bagaimana dengan lemak yang ada bagian perut? Well, ternyata lemak tersebut justru berpotensi meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Itulah sebabnya mengapa wanita bertubuh ramping cenderung lebih panjang umur dibandingkan mereka yang mengalami obesitas.

Kendati demikian, Anda yang saat ini mengalami obesitas tak perlu melakukan diet ekstrim yang malah berujung gangguan anoreksia atau bulimia. Sebab, kondisi tubuh yang terlalu kurus justru kekurangan asam  lemak omega 3 dan 6 dan menjadikan kemampuan otak menurun drastis.

Lakukanlah program diet Anda secara bertahap dimulai dari mengurangi asupan kalori perhari, rutin berolahraga, serta komitmen untuk mengonsumsi makanan sehat. Adapun pemakaian obat pencahar atau mengeluarkan makanan secara paksa akan membuat stamina tubuh menjadi lebih drop.

Share This Article