Efek Seram Dibalik Bekerja Lebih dari 8 Jam Per Hari | Breaktime
Efek Mengerikan Dibalik Bekerja Lebih dari 8 Jam Per Hari
14.10.2015

Jika B’timers pernah mendengar berita di akhir tahun 2013 lalu tentang seorang copywriter bernama Mita Diran yang meninggal dunia karena bekerja selama sekitar 30 jam, maka informasi berikut mungkin dapat menjadi jawaban kenapa bekerja overtime itu tidak dianjurkan.

Banyak perusahaan-perusahaan di berbagai negara di dunia yang menerapkan pengaturan jam kerja nine-to-five (09:00 – 17:00) dengan tujuan agar pekerjanya tidak kelelahan dan siap kembali beraktivitas keesokan harinya. Akan tetapi, ada juga yang menerapkan kebijakan overtime, apalagi ditambah dengan lembur.

Penelitian terkait pengaruh jam kerja berlebih terhadap kesehatan

Efek Seram Dibalik Bekerja Lebih dari 8 Jam Per Hari | Breaktime
Waktu kerja yang berlebih bisa menyebabkan begitu banyak gangguan kesehatan

Menurut tim ahli dari University College London yang telah melakukan penelitian selama 11 tahun terhadap sekitar 7 ribu pekerja di Whitehall,  ada hubungan yang sangat erat antara jam kerja berlebih dengan kesehatan. Setelah menganalisis jam kerja mereka  sehari-hari, para peneliti mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 11 tahun sudah ada 192 pegawai yang mengalami serangan jantung karena bekerja melebihi jam normal atau di atas 8 jam sehari. Hal tersebut diperparah lagi jika orang itu mengalami obesitas dan memiliki kebiasaan merokok.

“Bekerja melebihi waktu normal dan pola hidup tidak sehat ditambah lagi jika orang yang bersangkutan sudah memiliki risiko penyakit, maka kerentanan untuk mendapatkan serangan jantung juga semakin tinggi,” jelas profesor Mika Kivimaki, pimpinan penelitian tersebut.

Penelitian sejenis yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Finlandia Institute mengungkapkan hal serupa, yaitu orang yang bekerja lebih dari waktu normal memiliki risiko terserang penyakit jantung sebesar 67%.

Dr Marianna Virtanen selaku pimpinan penelitian menjelaskan bahwa memang ada hubungan antara jam kerja panjang dengan risiko penyakit jantung. Hal tersebut disebabkan oleh faktor pola makan, pola hidup dan stres secara psikologis.

Ketika tubuh sudah mulai lelah ditambah lagi dengan meningkatnya hormon stres dalam tubuh serta kurangnya aktivitas fisik, maka secara tidak langsung akan ada imbas signifikan ke arah jantung dan meningkatnya tekanan darah.

Studi ini menggabungkan hasil dari studi yang berbeda selama 50 tahun terakhir dan menemukan bahwa menghabiskan terlalu lama di kantor mengakibatkan risiko sebesar 40-80% untuk terkena penyakit jantung dibandingkan dengan orang-orang yang hanya kerja delapan jam per harinya.

So, B’timers, work hard and play hard memang ada benarnya asal ditunjang dengan pola makan dan pola hidup yang sehat dan seimbang. Akan tetapi jika tidak, maka work smart, don’t work hard dapat digunakan sebagai pertimbangan.

Share This Article