Dampak Buruk Sashimi Ayam Tak Senikmat Rasanya | Breaktime
Dampak Buruk Sashimi Ayam Tak Senikmat Rasanya
08.10.2017

Jepang memang dikenal memiliki ragam kuliner yang khas, mulai dari aneka olahan ikan dalam sushi, aneka jenis ramen, hingga yang cukup ekstrem ialah daging mentah dalam olahan sashimi. Meski sebagian besar negara lainnya memandang aneh sashimi, masyarakat Jepang menganggapnya sebagai salah satu jenis hidangan istimewa. Sashimi biasa disajikan bersama nasi maupun sup miso dan garnish berupa lobak Jepang, wasabi, maupun soy sauce. Para chef bahkan menjadikannya hidangan pembuka maupun hidangan utama yang sebaiknya dinikmati terlebih dahulu sebelum mencicipi masakan Jepeang lainnya yang bercitarasa lebih kuat.

Tahukah B’timers bahwa tak semua jenis ikan bisa dijadikan bahan olahan sashimi? Secara tradisional, masyarakat Jepang hanya mengolah ikan laut khusus untuk dijadikan sashimi. Ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan tinggal di air tawar, seperti salmon yang melakukan migrasi habitat, dianggap tidak sesuai untuk diolah menjadi sashimi. Mengapa demikian? Rupanya ikan air tawar diduga memiliki kandungan parasit yang tinggi sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Mengembalikan Suara Hilang Secara Alami

Tak hanya aneka jenis ikan, sashimi juga dapat dibuat dari daging ayam mentah. Meskipun gurihnya daging ayam sudah tak diragukan lagi, namun bagaimana jadinya apabila ayam dinikmati mentah sebagai sashimi tanpa dimasak terlebih dahulu? Chicken sashimi ini merupakan menu yang cukup terkenal di Jepang dan disebut juga di negara-negara Barat sebagat chicken tartare. Nama tartare muncul dari bentuk penyajian yang muncul dari hidangan a la tartare dalam masakan Prancis yang artinya disajikan bersama saus tartar. Di Jepang sendiri, chicken sashimi mulai populer di kawasan Osaka karena masyarakatnya gemar makan daging. Mereka kemudian bereksplorasi dengan sajian sashimi dan mengganti daging ikan laut dengan ayam mentah. Namun apakah eksotisme kelezatan hidangan Jepang ini sebanding dengan dampak buruk sashimi ayam yang mengintai di tiap irisannya? 

Dampak Buruk Sashimi Ayam Tak Senikmat Rasanya | Breaktime
DI balik eksotisme chicken sashimi yang menggiurkan, tersimpan banyak risiko kesehatan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mengkonsumsi daging mentah memiliki risiko berupa penularan berbagai jenis penyakit yang bersumber dari bakteri salmonella dan cacing pita. Gejala food poisoning memang paling sering dijumpai pasca mengkonsumsi daging mentah maupun yang belum dimasak hingga matang sempurna karena adanya kontaminasi bakteri campylobacter, salmonella, dan e. coli. Tak hany ketika dikonsumsi, kontaminasi aneka bakteri berbahaya tersebut juga bisa terjadi karena penggunaan talenan secara sembarangan tanpa dicuci hingga bersih terlebih dahulu setelah digunakan memotong daging sapi maupun unggas.

Tak hanya di negara-negara lain di luar Jepang, kini Pemerintah Jepang mulai khawatir terhadap dampak buruk sashimi ayam maupun status higienis sashimi secara umum. Bulan Juli kemarin, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang mengeluarkan peringatan resmi bahwa chicken sashimi sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu internal 75 derajat Celsius sebelum dikonsumsi. Beberapa restoran Jepang yang menyajikan sashimi ayam biasanya hanya merebus dan membakar daging fillet ayam selama kurang-lebih sepuluh detik. Durasi memasak tersebut secara medis dirasa belum mencukupi untuk mematikan segala jenis bakteri berbahaya seperti salmonella dan campylobacter yang sering ditemui dalam daging unggas mentah.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Apa Saja Nih Manfaat Green Juice untuk Sarapan?

Berbagai bakteri seperti Escherichia coli, Campylobacter jejuni, Enterococcus, Staphylococcus aureus, dan Listeria monocytogenes dapat menimbulkan masalah pencernaan fatal dalam jangka waktu 1 hingga 72 jam setelah mengkonsumsi daging unggas mentah. Berbagai gejala ketidaknyamanan tersebut meliputi muntah, mual, nyeri perut, diare, serta demam. Bakteri E. coli bahkan bisa menimbulkan kondisi yang mematikan bernama sindrom haemolytic uraemic yang dapat menyebabkan gagal ginjal, anemia, hingga pendarahan. Infeksi bakteri Campylobacter bahkan dapat menyebabkan gangguan sendi hingga kelumpuhan. Konsumsi sashimi ayam yang masih mentah juga sebaiknya dihindari pada kelompok individu yang rentan terkontaminasi seperti anak,anak, lanjut usia, ibu hamil, maupun orang dengan sistem imun tubuh yang lemah.

Beberapa upaya dapat B’timers lakukan untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri bahaya dan mengurangi dampak buruk sashimi ayam. Dinas Kesehatan setiap negara biasanya memiliki kriteria tertentu untuk mengetahui apakah daging unggas telah terkontaminasi, seperti warna kulit yang tidak jernih, memar, tulang yang patah, hingga perubahan warna daging. Untuk meminimalisir kontaminasi bahkan mematikan bakteri jahat yang mungkin bersarang, daging unggas yang belum diolah sebaiknya selalu disimpan dalam lemari es dengan suhu 4,4 derajat Celcius atau kurang. Selain suhu penyimpanan, tempat penyimpanan daging unggas sebaiknya selalu bersih dan minim risiko cross-contamination.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Bukan Hoax, Ini Efek Keringkan Baju dalam Rumah

Memotong daging unggas dengan cara tertentu atau menghindari bagian tubuh tertentu seperti area anus memang berpengaruh dalam memangkas habis bakteri yang banyak bersarang. Selain itu, merebus atau membakar daging unggas secara ala kadarnya juga tak berkontribusi banyak dalam mencegah infeksi secara efektif. B’timers memang tak sepenuhnya berisiko terkena infeksi bakteri dengan memakan chicken sashimi, namun akankah Anda mengorbankan kesehatan Anda sendiri dan orang tersayang demi kelezatan yang tak seberapa? (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE