Daging Putih vs Daging Merah, Pilih Mana ? | Breaktime
Daging Putih vs Daging Merah, Pilih Mana untuk Dikonsumsi?
06.12.2015

Daging merupakan salah satu sumber protein yang paling baik. Tak hanya itu, daging juga menjadi sumber sempurna untuk vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Nah, B’timers pasti familiar dengan makanan yang satu ini. Pada dasarnya, ada dua jenis daging, yaitu daging merah dan daging putih. Namun, apa perbedaan antara keduanya? Manakah yang lebih sehat?

Perbedaan warna karena kandungan mioglobin

Pertama, apa yang membuat warnanya berbeda? Berikut penjelasannya, sebenarnya sederhana saja, daging merah memiliki lebih banyak mioglobin, yang merupakan sel-sel pengantar oksigen ke otot di dalam aliran darah. Otot yang paling sering digunakan warnanya lebih gelap. Inilah mengapa paha ayam dan kalkun sedikit lebih gelap dibandingkan bagian dada.

Itu karena di paha atau kaki paling banyak terdapat mioglobin, sehingga warnanya pun terlihat lebih gelap. Meski juga dipengaruhi banyak faktor seperti budaya dan masakan daerah, seringkali yang digolongkan daging putih adalah daging unggas, seperti ayam dan kalkun. Sedangkan, daging merah adalah daging sapi, babi dan kambing.

Perbedaan terbesar antara kedua daging ini adalah kandungan lemaknya. Daging putih merupakan sumber protein yang lebih tinggi, dengan kadar lemak yang lebih rendah. Sementara daging merah mengandung lebih banyak lemak, namun juga kaya kandungan vitamin seperti zat besi, zinc, serta vitamin B.

Daging Putih vs Daging Merah, Pilih Mana ? | Breaktime
Jenis daging berbeda-beda dilihat dari warnanya

Sehat karena banyak mengandung nutrisi lengkap

Zat besi yang terdapat dalam daging merah disebut dengan zat besi heme, dan biasanya lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi lain yang berasal dari tanaman. Karena kandungan nutrisi tersebut terdapat lebih banyak pada daging merah, itulah yang menyebabkan vegetarian seringkali kekurangan nutrisi, terutama vitamin B.

Meski mengandung lebih banyak vitamin dan mineral, konsumsi daging merah yang berlebihan juga sering diakitkan dengan penyakit berbahaya seperti kanker, terutama kanker kolorektal. Memasak daging dengan suhu yang tinggi, seperti dengan cara dibakar, bisa membentuk senyawa karsinogenik atau yang berpotensi memicu kanker, apalagi pada daging yang hangus.

Namun, baik daging merah maupun daging putih sama-sama memiliki kelebihan. Karena itu, meski sedang diet, sebaiknya tetap konsumsi daging dengan porsi kecil saja. Pilih potongan daging merah yang tidak berlemak, seperti yang berakhiran “-loin”, contohnya sirloin, dan tenderloin. Ini bisa membuat B’timers lebih aman dalam mengonsumsi daging merah. (md)

Share This Article