Bocoran Tentang Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung | Breaktime
Bocoran Tentang Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung!
22.11.2016

Bayi tabung kini menjadi pilihan untuk pasangan yang ingin mendapatkan keturunan. Biasanya dilakukan oleh pasangan yang telah lama menikah dan belum dikaruniai anak. Mungkin selama ini masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang apa itu program bayi tabung dan inseminasi buatan dan berapa tingkat keberhasilan bayi tabung yang dilakukan oleh banyak pasangan.

Kali ini Breaktime akan membahas tentang apa itu bayi tabungm bagaimana cara melakukannya, dan berapa persen tingkat keberhasilan dalam melakukan program bayi tabung.

Baca juga : CARA MENYUSUI YANG BENAR AGAR BAYI TAK TERSEDAK

Metode program bayi tabung

Siapa bilang jika bayi tabung hanya memiliki satu macam cara? Anda salah, pasalnya program bayi tabung punya beberapa macam cara.

1. Stimulasi Minimal

  • Pihak medis akan memberikan obat atau suntikan yang digunakan untuk menstimulasi ovarium.
  • Jika ovum sudah cukup matang, maka akan dilakukan pembuahan sperma dari suami.
  • Pembuahan dilakukan di lab dan melakukan pemantauan apakah sel bisa menjadi embrio.
  • Jika berubah menjadi embrio maka akan dipindah ke dalam rahim setelah 3 hari.
  • Peluang hamil pun akan lebih rendah, yaitu 15% karena telur yang dihasilkan hanya dua.
  • Pasien berusia 25 – 30 tahun yang bisa melakukan metode ini.
  • Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 25 juta.

2. IVM

  • Sel telur akan diambil dan dimatangkan di lab selama dua hari.
  • Setelah itu, akan dibuahi dan dikembangkan menjadi embrio.
  • Embrio akan disuntikkan ke dalam rahim wanita.
  • Keuntungannya adalah biaya yang murah dan pasien akan terhindar dari sindrom hiperstimulasi ovarium yang terjadi karena suntikan hormon yang berlebihan.
  • Waktu yang dilakukan selama 4 minggu dengan biaya Rp 30 – Rp 40 juta.
Bocoran Tentang Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung | Breaktime
Tingkat keberhasilan bayi tabung tidak sampai 50%

3. Pembekuan Embrio

Saat stimulasi ovarium, maka akan tumbuh 9 – 10 sel telur, namun hanya 4 yang digunakan dan sisanya diletakkan dalam ruangan bersuhu -96 derajat. Embrio yang disimpan akan digunakan jika 4 embrio sebelumnya mengalami kegagalan. Namun, tidak semua rumah sakit yang bisa melakukan metode ini. Biaya yang dikeluarkan maksimal hanya Rp 9 juta.

4. ICSLI

Teknik ini bermanfaat untuk mengatasi ketidaksuburan pria. Untuk bayi tabung, dibutuhkan sel sperma sebanyak 10.000 sperma. Sel sperma tersebut akan ditransfer ke dalam sel telur wanita dengan menggunakan micromanipulator. Dibutuhkan waktu 4 minggu untuk melakukan metode ini. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 60 juta.

Faktor keberhasilan

Sebenarnya tidak semua program bayi tabung akan berhasil. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung. Namun yang sangat mempengaruhi  tingkat keberhasilan bayi tabung ternyata ditentukan dari usia calon ibu.

Jika usia calon ibu berkisar antara 20-30 tahun, maka tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40 – 45%. Jika usia calon ibu di atas 35 tahun, maka tingkat keberhasilan program bayi tabung ini pun akan terus menurun. Untuk calon ibu dengan usia di atas 40 tahun, kemungkinan untuk berhasil semakin kecil, yaitu 10 – 15% saja. 

Baca juga : BENARKAH BAYI YANG BARU LAHIR SUDAH BISA BERENANG?

Namun, tidak banyak pasangan yang memutuskan untuk melakukan program bayi tabung, karena beberapa faktor. Pertama, karena biayanya yang mahal. Kedua, karena tingkat keberhasilannya yang tidak mencapai 50%.

Oleh karena itu, sebelum melakukan program bayi tabung Anda harus memikirkan biaya yang harus ditanggung dan tingkat keberhasilan bayi tabung. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE