Berlama-lama di Depan Monitor Bikin Mata Minus? | Breaktime
Berlama-lama di Depan Monitor Bikin Mata Minus?
05.12.2015

FUN FACT QUESTION

Jawaban Kamu Salah



 “Mata kamu minus, soalnya sering pakai komputer, sih!” kalimat sejenis mungkin sering Anda dengar. Akan tetapi benarkah berlama-lama di depan layar monitor atau sejenisnya tersebut dapat membuat mata minus?

Menurut seorang profesor optometri dari Brisbane, Nathan Efron, menjelaskan bahwa tidak ada kaitannya antara aktivitas di depan layar monitor, baik PC, televise atau pun gadget, degngan mata minus.

Mata minus atau myopia disebabkan karena cahaya yang ditangkap tidak langsung ke permukaan, melainkan melenceng dari titik fokus di titik depan retina. Selain itu, penyebab lainnya adalah panjang bola mata terlalu melengkung sehingga kekuatan fokus kornea tidak sempurna.

Berlama-lama di Depan Monitor Bikin Mata Minus? | Breaktime
Tidak ada hubungan antara berlama-lama di depan layar monitor dengan mata minus

Pada umumnya, ketika pada fase anak-anak sudah memiliki tanda-tanda mata minus, seperti mata cepat lelah dan pusing, maka risiko untuk memiliki myopia semakin besar ketika dewasa.

Sedangkan yang melatarbelakangi anjuran untuk tidak menatap atau berada di depan layar monitor dalam jangka waktu lama adalah karena  dapat membuat mata menjadi kering. Keringnya bola mata ini disebabkan karena jeda kedip yang umum dilakukan manusia berkurang karena terlalu fokus untuk menatap layar.

Ketika mata menjadi kering dan tidak ditanggulangi dengan cepat, maka B’timers akan kehilangan ketajaman dalam melihat atau juga yang paling parah adalah mengalami kebutaan secara permanen.

Untung saja, sekarang ini sudah banyak perusahaan pemroduksi layar, baik untuk TV, komputer, laptop, dan gadget portable lainnya yang meninggalkan teknologi CRT dan menggantinya dengan LCD yang dipercaya lebih ‘ramah’ terhadap mata.

Selain itu, disarankan pula bagi B’timers untuk mengalihkan pandangan ke arah lain atau menutup mata dalam jangka waktu tertentu ketika merasa sudah terlalu lama menatap layar agar mata kembali normal dan produksi cairan mata tetap stabil. (das)

Share This Article