Benarkah Tidur dengan Lampu Menyala Lebih Menyehatkan? | Breaktime
Benarkah Tidur dengan Lampu Menyala Lebih Menyehatkan?
16.05.2015
“Put out lamps when you go to bed, shut the doors, and cover water and food containers”


-Shahih Bukhari-

Menenggelamkan kepala dalam bantal yang nyaman setelah aktivitas panjang yang melelahkan selama seharian pastinya menjadi momen istirahat terbaik bagi B’timers. Tidur menjadikan energi tubuh kembali terkumpul sebelum bergelut melakukan rutinitas yang tak kalah menguras tenaga di keesokan harinya.

Sayangnya, tak sedikit orang yang mengeluhkan tentang kualitas tidur yang buruk. Tak ayal, ketika bangun di pagi hari, bukan rasa fresh yang menyapa, tapi justru rasa uring-uringan karena merasa stamina tubuh masih belum kembali meski usai melakukan tidur malam.

Sedikit cahaya bisa ganggu kualitas tidur
Sedikit cahaya bisa ganggu kualitas tidur

Nah, oleh sebab itu, Rasulullah telah lama mengajarkan tidur sehat dengan cara mematikan lampu sebelum tidur. Hal ini sebagaimana yang dirawayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya “Shahih Bukhari” nomor 5301.

Anjuran untuk tidur malam dengan mematikan lampu ajaran Nabi Muhammad ini juga didukung dengan sejumlah penelitian yang menuturkan hal senada. Hyla Cass, M.D., seorang pakar psikiater Amerika Serikat ini menunjukkan bahwa situasi gelap mampu menstimulasi neurotransmitter serotonin untuk memproduksi hormon melatonin yang berperan penting meningkatkan kualitas tidur.

Bangun tidur lebih fresh dengan lampu dimatikan saat tidur
Bangun tidur lebih fresh dengan lampu dimatikan saat tidur

Namun ketika B’timers memilih untuk menyalakan lampu saat tidur, produksi hormon melatonin justru akan terganggu yang berisiko mengurangi kenyenyakan tidur. Tak hanya itu, mematikan lampu sebelum tidur yang diajarkan oleh Rasulullah ternyata juga dapat mencegah B’timers dari kanker, lho.

Berdasarkan penelitian tahun 2005 yang dilakukan oleh David W. Blask dan sejumlah rekannya dari Laboratory of Chrono-Neuroendocrine Oncology di The Mary Imogene Bassett Hospital, New York, sejumlah pekerja wanita yang sering terkena cahaya pada waktu malam hari akan semakin meningkatkan peluang untuk terkena kanker payudara.

Hal ini terjadi karena minimnya hormon melatonin dalam darah dan memicu sel karsinogen untuk berubah sebagai tumor yang selanjutnya akan berkembang menjadi kanker. Penelitian ini sekaligus menjadi jawaban mengapa sebagian besar pasien kanker payudara di Amerika Serikat adalah wanita yang aktif bekerja di malam hari.

Nah, bila selama ini B’timers kerap tidur dalam keadaan lampu menyala, ada baiknya cobalah untuk tidur dengan lampu dimatikan mengikuti gaya hidup sehat ala Rasulullah. Dengan begitu, Anda bisa bangun pagi dalam keadaan yang lebih fresh karena memiliki waktu tidur yang berkualitas.

Share This Article