Fakta Seputar Pembalut Berklorin Bagi Wanita! | Breaktime
Benarkah Pembalut Berklorin Berbahaya Bagi Wanita?
08.07.2015
Dok, akhir-akhir ini saya sering baca artikel seputar beredarnya pembalut wanita berklorin. Apakah pembalut ini memiliki dampak pada kesehatan organ kewanitaan? Mohon penjelasannya, terima kasih.





Vidia Selvi (25), Malang

Akhir-akhir ini B’timers pasti sering membaca news feed di media sosial seputar bahayanya pembalut wanita yang mengandung bahan klorin, bukan? Berita tersebut langsung beredar cepat begitu tim penelitian dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan temuannya terhadap sejumlah produk pembalut di tanah air.

Setidaknya, ada sebelas pembalut yang diklaim berbahaya untuk digunakan. Menanggapi berita ini, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera melakukan klarifikasi. Selasa, 7 Juli 2015, Dra. Maura Linda Sitangang, Apt, PhD, Direktur Jenderal Binda Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes, menyatakan bahwa pembalut yang beredar saat ini bersifat aman.

Ia pun meluruskan soal Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No 472/1996 yang melarang penggunaan klorin karena bersifat racun dan iritan. Linda menjelaskan bahwa peraturan Permenkes tersebut ada untuk melarang penggunaan klorin dalam pembuatan obat dan makanan.

Pembalut yang beredar telah lulus uji keamanan
Pembalut yang beredar telah lulus uji keamanan

Soal temuan YLKI, Linda beranggapan bahwa mungkin saja zat berbahaya yang dimaksudkan adalah dioxine. Zat yang mudah menguap dalam suhu panas ini memang patut diwaspadai karena bersifat karsinogenik. Sebaliknya, klorin tetap aman asalkan tidak tertelan.

Menteri Kesehatan, Prof. Nila F. Moeloek juga mengatakan bahwa soal iritasi dan gatal-gatal akibat pemakaian pembalut merupakan kasus individual. Artinya, kasus ini hanya terjadi pada beberapa orang dan bukan akibat dari kesalahan suatu produk.

Oleh karena itu, Nila menghimbau agar masyarakat tetap tenang. Menurutnya, pembalut yang sekarang beredar di masyarakat sudah lulus tes dan aman digunakan. Hal senada juga diungkapkan oleh seorang peneliti sekaligus dosen farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Zullies Ikawati.

Nah, kini B’timers tak perlu terlalu parno lagi dengan isu-isu kemunculan pembalut klorin berbahaya, ya!

Share This Article