Benarkah Menguap Bisa Menular? | Breaktime
Benarkah Menguap Bisa Menular?
03.11.2015

Percayakah Anda pada ungkapan yang menyebutkan bahwa menguap bisa menular ke orang lain? Atau pernahkan Anda ikut menguap ketika ada teman atau kerabat yang menguap? Faktanya, menguap benar-benar dapat menular ke orang lain dengan mempengaruhi alam bawah sadar.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa menguap dapat menular ke orang lain sebagai bentuk ikatan sosial dan tanda empati. Manusia akan ikut menguap ketika ada orang lain yang menguap sejak berusia empat tahun.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa anak-anak dengan autisme tidak terpengaruh sama sekali dengan hal ini. Mereka tidak akan ikut menguap ketika ada orang lain yang menguap karena ikatan sosial dengan orang lain cukup rendah. Menguap juga menjadi tolak ukur untuk mendiagnosa ganguan perkembangan.

Benarkah Menguap Bisa Menular? | Breaktime
Pada anak, menguap yang menular baru terjadi sejak usia 4 tahun

Molly Helt, mahasiswa pascasarjana psikologi klini di University of Connecticut yang turut andil dalam penelitian, mengungkapkan bahwa menguap adalah penularan emosi yang mengikat seseorang dengan orang lain. Oleh karena itu, anak dengan autis tak terpengaruh oleh hal ini.

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa 40 hingga 60 persen orang dwasa sehat akan menguap setelah melihat orang lain menguap, berpikir tentang menguap, bahkan ketika membaca kata menguap.

Seperti halnya tertawa dan menangis, menguap yang menular merupakan pengalaman bersama sebagai bentuk ikatan sosial. Molly Helt, dalam penelitian tersebut juga menemukan bahwa menguap yang menular terjadi hanya setengah kali pada anak autis jika dibandingkan dengan rasio menguap yang menular pada anak sehat. Penelitian tersebut bisa menjadi awal dari penggunaan menguap sebagai diagnose dan memahami autisme.

Namun, penelitian lain yang dilakukan di Duke Center for Human Genome Variation, memiliki kesimpulan bahwa menguap yang menular bukanlah bentuk dari empati dan ikatan sosial, tapi dipengaruhi oleh usia. Meskipun begitu, mereka tak menyangkal bahwa menguap bisa menjadi cara untuk mendiagnosa autisme atau pun skizofrenia.

Menguap sendiri bisa diakibatkan oleh rasa lelah dan bosan. Menguap menular juga dapat di sebabkan oleh beberapa faktor, sehingga pengaruhnya antara satu orang dengan lainnya berbeda. Untuk menguji diri Anda, tonton video berikut dan hitung berapa kali Anda menguap. (dfr)

Share This Article