Benarkah, Jomblo Karena Krisis Identitas? | Breaktime
Benarkah, Jomblo Karena Krisis Identitas?
14.11.2016

Jomblo istilah yang sering digunakan sebagai kata ganti dari status single. Seperti halnya istilah ‘galau’, istilah ‘jomblo’ juga tampaknya sudah cukup akrab di telinga kita. Jika galau sering diidentikkan dengan hal-hal negatif, maka jomblo pun tak juga tak jarang dikaitkan dengan kondisi keberuntungan yang dianggap sebagai sebuah ‘kesialan’.

Kesialan inilah yang kemudian berkembang hingga menyenggol sisi jati diri. Sehingga mungkin B’timers yang merasa jomblo juga pernah mengalami, banyaknya pertanyaan bermunculan di kepala mulai dari mengapa saya masih jomblo, apakah saya tidak cukup baik untuk mendapatkan pasangan dan lain sebagainya.

Eits, munculnya pertanyaan-pertanyaan ini bukan berarti Anda serta merta mengklaim jika sedang dilanda krisis identitas sampai tak kunjung mendapatkan pasangan, lho. Identitas diri sendiri terbentuk dari berbagai faktor, mulai dari faktor lingkungan, tekanan hingga kebiasaan.

Jadi, jomblo bukan alasan yang kuat dan satu-satunya alasan seseorang dikatakan mengalami krisis identitas. Padahal justru status jomblo adalah momen yang sangat pas untuk memperbaiki diri agar mendapatkan pasangan lebih baik, sebagaimana kata bijak mengatakan “Jangan sibuk mencari, tapi sibuklah memantaskan diri”.

Benarkah, Jomblo Karena Krisis Identitas? | Breaktime
Kuncinya adalah memantaskan diri dan stop berkecil hati

Pernahkah Anda renungkan jika dengan status jomblo, Anda memiliki ruang yang jauh lebih luas bahkan mereka yang memiliki pasangan bisa saja iri dengan ruang yang Anda miliki tersebut. Ruang inilah yang kemudian dapat dieksplor lebih dalam mengenai “seberapa pantas” kepribadian Anda dan siap untuk mendapatkan pasangan ataupun peluang menjalani hidup yang lebih baik nantinya.

Jomblo membuat Anda mempunyai kesempatan ‘me time’ lebih banyak dan ‘quality time’ bersama teman dekat ataupun keluarga menjadi lebih sering. Karena waktu adalah harta yang tak pernah terganti, waktu tak pernah bisa dibeli dan tak bisa diulang kembali.

Dari sinilah perlahan tapi pasti Anda akan mulai mendapatkan titik terang tentang gairah hidup dan berpetualang menjalani hidup sesuai passion hingga pada akhirnya menemukan apa tujuan hidup yang sebenarnya. Jomblo bukan berarti ‘tak laku’, jomblo bukan berarti tak menarik. Tapi ingat ya B’timers untuk mendapatkan pasangan yang tepat tak selalu datang dengan cepat. (nk)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE