Belajar dari Budi Klantink, Jangan Sembarangan Minum Pil Diet | Breaktime
Belajar dari Budi Klantink, Jangan Sembarangan Minum Pil Diet
08.09.2015

Kabar duka datang dari salah satu personel grup band Klantink, Budiarto. Pria yang akrab disapa Budi Klantink tersebut meninggal dunia pada hari Sabtu, 5 September 2015. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Dr. Ramelan Surabaya.

Budi Klantink (tengah) bersama rekan satu grupnya
Budi Klantink (tengah) bersama rekan satu grupnya

Menurut orangtua Budi, Abu Amin, kondisi kesehatan Budi mulai menurun drastis ketika ia melakukan diet sembarangan dengan mengonsumsi obat pelangsing sejak lima bulan lalu. Kasus diet instan dengan menelan pil memang kerap mengakibatkan efek samping serius dan berujung kematian.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Johann Grundlingh dan beberapa rekannya dari Whittington Hospital, London mengungkap bahwa tingginya kasus kematian dari tahun 2001 hingga 2010 seringkali disebabkan oleh konsumsi obat penurun badan. Oleh sebab itu, sebelum  melakukan diet sembarangan, B’timers perlu mengenali kandungan kimia berbahaya yang ada di dalam pil pelangsing berikut ini:

Bumetanide

Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, zat satu ini akan membuat denyut jantung lebih cepat dan meningkan risiko penyakit stroke dan jantung.

Ekstrak Grapefruit

Ekstrak Grapefruit menjadi berbahaya bila disatukan dengan obat yang mengandung astemizol, atorvastatin, dan sildenafil. Obat dengan kandungan ini bisa menimbulkan efek samping berupa kejang, diare, masalah ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Fenilpropanolamin (PPA)

Zat satu ini umumnya lazim ditemui pada bahan obat batuk, flu, dan alergi. Namun, pengunaannya pada obat pelangsing juga kerap ditemui. Pil ini berfungsi untuk menekan nafsu makan dan dapat meningkatkan risiko stroke hemoragik.

Konsumsi pil diet instan seringkali mengandung zat berbahaya bagi tubuh
Konsumsi pil diet instan seringkali mengandung zat berbahaya bagi tubuh

Fenitoin

Sama halnya dengan PPA, fenitoin juga berfungsi untuk menekan nafsu makan. Sayangnya, zat satu ini memicu reaksi alergi, sembelit, bicara cadel, sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, gangguan motorik, serta pembengkakan getah bening.

Fenolftalein

Fenolftalein juga efektif untuk menekan nafsu makan. Namun, penggunaannya dalam jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko pertumbuhan tumor dalam tubuh.

Fenproporex

Ini merupakan sejenis stimulan yang diubah menjadi amfetamin (zat psikoaktif yang bikin ketagihan) dalam tubuh. Senyawa ini dapat menyebabkan efek samping berupa nyeri dada, sakit kepala, dan insomnia. Bahkan, dalam beberapa kasus fenproporex juga bisa menstimulasi pikiran untuk bunuh diri.

Mulai sekarang, selektiflah untuk menjalankan program diet. Sebisa mungkin, jalanilah diet alami dengan konsumsi makanan sehat serta olahraga rutin. Selain bisa menurunkan berat, Anda pun terbebas dari efek samping mengerikan yang bisa mengintai setiap saat.

Share This Article