Batu Giok Punya Healing Effect, Is It True? | BREAKTIME
Batu Giok Punya Healing Effect, Is It True?
26.03.2015

Kalau B’timers hobi nonton film-film Mandarin, pasti tak asing dengan perhiasan yang terbuat dari batu berwarna hijau. Ya, giok atau jade dalam bahasa Inggris, merupakan salah satu batu mulia yang banyak sekali ditemukan di daerah Tiongkok sekaligus memiliki sejarah panjang di dataran ini. 

Pertama kali terekam dalam sejarah di zaman neolitikum, batu giok tak hanya sekedar jadi aksesori untuk mempercantik penampilan. Pada masa tersebut, giok lebih berfungsi sebagai penanda status sosial serta simbol keberuntungan. Tak heran, di saat itu giok lebih banyak dibentuk menjadi barang yang bersifat praktis misalnya saja senjata.

Giok juga menjadi gemstone yang lekat dengan kehidupan kalangan atas, bangsawan, serta para kaisar. Semakin tinggi derajat seseorang yang memiliki batu giok tersebut, maka akan semakin rumit pula ukiran yang nampak. Seiring berjalannya waktu, giok mulai difungsikan sebagai perhiasan seperti kalung atau gelang dan banyak digunakan oleh wanita Tiongkok.

Tak hanya itu saja, giok juga dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Di Tiongkok dan beberapa negara Asia, sejak berabad-abad lamanya sudah menggunakan batu giok sebagai media untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Batu giok ini biasanya dipanaskan terlebih dahulu, kemudian diletakkan di titik-titik tertentu pada tubuh.

Mulai dari mengurangi tekanan darah tinggi, mengobati radang sendi, hingga menjaga kesehatan jantung dan paru-paru merupakan beberapa khasiat giok yang sudah dipercaya secara turun-temurun. Sayangnya, belum pernah ada penelitian secara ilmiah yang membuktikan bahwa batu giok dan batuan mulia lain bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Dr. Christopher French, seorang psychologist di Goldsmith’s College, London, melakukan penelitian kepada 80 orang untuk mengetahui efek dari New Age crystal. Keempat puluh orang di antaranya diperintahkan untuk menggenggam sebuah batu mulia asli, sedangkan yang lainnya menggenggam batu mulia palsu. Selanjutnya, 80 orang tersebut diberi tahu bahwa batu mulia yang mereka genggam adalah asli dan bisa memberikan efek tertentu untuk tubuh. Dan dengan menggenggamnya, mereka pasti bisa merasakan efek yang ditimbulkan oleh batu tersebut.

Hasilnya, kedelapan puluh orang tersebut merasakan efek yang tidak jauh berbeda, yaitu rasa hangat pada telapak tangan, merasa lebih fokus, lebih tenang, dan lebih peka. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya bukan batu mulianya yang ‘ajaib’, namun sugesti masing-masing orang lah yang memunculkan efek tersebut.

Kesimpulannya, sama sekali tak ada salahnya melakukan treatment dengan batu giok atau batu mulia lainnya. Sebab, sugesti positif yang tertanam dalam diri B’timers juga bisa menjadi sumber semangat dan energi untuk lebih cepat sembuh. Tapi tetap harus diimbangi dengan pengobatan secara ilmiah yang telah terbukti bisa mengatasi penyakit secara efektif.

Share This Article