Bahaya Radiasi Wifi, Fakta Atau Mitos? | Breaktime
Bahaya Radiasi Wifi, Fakta Atau Mitos?
01.10.2017

B’timers pasti sering mendengar bahwa bahaya radiasi WiFi bisa menyebabkan kanker otak atau gangguan otak lainnya. Tetapi, apakah hal tersebut benar? WiFi adalah teknologi yang menggunakan wireless local area networks (WLAN). Teknologi ini memang tidak menggunakan kabel, karena terhubung dengan gelombang radio. Memang, saat seseorang menggunakan perangkat WiFi, akan terpapar gelombang radio dan sebagian akan diserap oleh tubuh.

Hanya saja pada paparan radiasi yang terlalu tinggi ditemukan bahwa ada kenaikan suhu tubuh sekitar 1 derahat Celcius. Untuk paparan yang normal tidak ditemukan gejala demikian. Tetapi, di masyarakat sudah terlanjur percaya bahwa radiasi WiFi sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Jadi mana yang benar?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Mencegah Kanker Payudara Sejak Dini

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa radiasi WiFi bisa menyebabkan gangguan otak, seperti kanker otak, menurunkan fungsi otak, mengurangi aktivitas otak, sakit kepala, dan susah tidur. Tetapi, ternyata tak hanya itu saja, ada masalah lain yang lebih kronis. Radiasi WiFi dipercaya juga bisa menyebabkan kanker payudara, menurunkan kualitas sperma, menurunkan kesuburan, dan memicu stress pada jantung.

Sebuah organisasi asal Inggris akhirnya menyatakan bahwa tidak terbukti jika WiFi atau WLAN bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh para penggunanya. Tetapi, studi akan hal ini masih terus dipelajari.

Namun sebenarnya WiFi tergolong memancarkan radiasi non-ionisasi atau energi rendah. Sama dengan yang dikeluarkan oleh sinyal ponsel, microwave, gelombang radio, dan sinar ultraviolet. Sinyalnya pun sangat kecil, sekitar 0,1 watt pada komputer dan router. Cancer Research UK pun mengatakan bahwa WiFi tidak memicu gangguan kesehatan termasuk gangguan otak.

Bahaya Radiasi Wifi, Fakta Atau Mitos? | Breaktime
Bahaya radiasi WiFi
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Vitamin untuk Mata ini Baik untuk Kesehatan Mata

Berpuluh-puluh tahun sejak benda-benda yang memancarkan radiasi dibuat, termasuk WiFi, memang tidak ditemukan peningkatan pada kasus gangguan kesehatan otak akibat paparan gelombang radionya. WiFi di rumah-rumah, perkantoran, dan tempat publik memiliki gelombang radio dari WiFi yang sangat rendah dan jauh di bawah batas standar internasional.

IARC (Internation Agency for Research in Cancer) menyatakan bahwa gelombang WiFi masuk golongan 2B atau agen yang bersifat karsinogen. Golongan 2B artinya baru mungkin memicu kanker dalam kondisi tertentu. Jika WiFi memiliki gelombang radio yang sangat tinggi dan paparan yang intens baru bisa menyebabkan masalah kesehatan. Jadi, intinya bahaya radiasi WiFi baru akan terjadi jika gelombang radionya sangat tinggi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Efek Buruk Rambut Sering Terkena Panas Hairdryer

Itulah mengapa WiFi masuk dalam kelompok type of radiation extremely low frequency EMF. Ini merupakan tipe gelombang elektromagnetik yang sangat rendah. Bahkan gelombang radio WiFi Anda 100.000 kali lebih rendah dari microwave.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pun angkat bicara tentang hal ini. Selama paparan berada di bawah frekuensi yang bisa ditoleransi, yaitu 0 – 300 GHz, maka tidak akan ada efek serius terhadap kesehatan tubuh manusia. Jadi terbukti tidak ada bukti ilmiah tentang bahaya radiasi WiFi terhadap kesehatan. Tak perlu khawatir lagi, deh B’timers! (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE