Awas, Dampak Malaria Lebih Berbahaya pada Ibu Hamil! | Breaktime
Awas, Dampak Malaria Lebih Berbahaya pada Ibu Hamil!
14.05.2015

Salah satu jenis penyakit yang masih aktif mengintai masyarakat Asia adalah malaria. Penyakit ini akan memiliki efek yang sangat berbahaya bila sampai menyerang ibu hamil. Hal ini pun dibenarkan oleh dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH.

Ketika dijumpai di Balai Kartini pada bulan April tahun 2011 silam, wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan ini menuturkan bahwa di beberapa wilayah tanah air, prevalensi ibu hamil yang mengidap penyakit malaria akibat serangan parasite Plasmodium ini ada sebanyak 18%.

Hal ini menjadikan bayi berisiko memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil yang terbebas dari malaria. Selain itu, dr. Rita Kusriastuti, MSc, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Bintang juga menuturkan bahwa setidaknya 10% dari ibu hamil di Papua, Papua Barat, Maluku, dan NTT mengalami malaria.

Cegah infeksi malaria dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin
Cegah infeksi malaria dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin

Selain berisiko memiliki bayi dengan berat badan rendah, malaria pada ibu hamil akan memicu terjadinya anemia berat. Dalam keadaan ini, dr. Rita menjelaskan bahwa bayi yang ada dalam kandungan pun berisiko lahir dalam keadaan premature dan mempengaruhi kecerdasan bayi karena sel-sel darah merah dirusak oleh plasmodium.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui gejala awal penyakit malaria, terlebih ketika berada dalam masa-masa kehamilan seperti berikut ini:

  • Demam
  • Mengigil
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Kelelahan
  • Diare
  • Nyeri otot atau nyeri punggung
  • Pembesaran limpa

Pada beberapa kasus malaria yang menyerang ibu hamil, demam biasanya terjadi dengan siklus mengigil selama kurang atau lebih dari 48 jam dan disertai dengan keringat berlebih. Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan darah untuk memastikan apakah Anda benar-benar positif terjangkit malaria.

Bila secara klinis memang terbukti mengidap penyakit malaria, dokter akan segera melakukan penanganan terbaik yang disesuaikan dengan jenis malaria yang sedang di derita. Jangan ragu untuk selalu rutin memeriksakan kondisi kehamilan, ya!

Share This Article