Awas! Asap Hasil Pembakaran Hutan Bisa Picu Kanker | Breaktime
Awas! Asap Hasil Pembakaran Hutan Bisa Picu Kanker
21.09.2015

Beberapa minggu ini, banyak peristiwa di Indonesia yang menjadi sorotan negara-negara lain, salah satunya adalah kebakaran hutan yang terjadi di Riau. Bahkan tidak hanya di tempat timbulnya asap pertama kali, kepungan asap tersebut juga menyelimuti beberapa bagian dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Tentu saja dengan keadaan seperti ini, pemerintah Indonesia harus memiliki solusi cepat dan tepat agar kejadian yang sama dan terjadi setiap tahun ini tidak lagi terulang.

Nah, B’timers pastinya mengetahui bahwa ada efek buruk yang akan didapatkan seseorang jika terkena paparan asap hasil pembakaran hutan dalam jumlah banyak, seperti gangguan pernapasan atau ISPA, gangguan pada paru-paru dan jantung, menyebabkan peradangan yang mengakibatkan infeksi sampai dengan menimbulkan bronkitis kronis. Selain penyakit-penyakit tersebut, ternyata asap hasil pembakaran juga bisa memicu penyakit kanker.

Menurut sebuh penelitian yang dilakukan di Meksiko, menjelaskan bahwa paparan asap hasil pembakaran dalam jumlah besar dapat menyebabkan kanker tenggorokan. Bahkan menurut mereka, risikonya melebihi seseorang yang mempunyai kebiasaan merokok.

Senyawa-senyawa dalam kayu berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia
Senyawa-senyawa dalam kayu berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia

Hal ini dikarenakan dalam kayu terdapat senyawa karsiogenik, seperti benzene, formaldehyde, acetaldehyde, acrolein dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAFs) yang ketika dibakar, maka senyawa-senyawa tersebut dapat menyebar dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut atau hidung dan memicu tumbuhnya sel kanker.

Bahkan menurut literatur ilmiah yang pernah dikumpulkan oleh Dr Dorothy L Robinson, seorang pakar biocemitrist/genetika di Armidale Beef Industri Centre mengatakan bahwa tidak hanya kanker tenggorokan saja, akan tetapi ada banyak jenis kanker lain yang memiliki kaitan dengan paparan asap hasil pembakaran, seperti kanker mulut, paru-paru, payudara sampai dengan serviks.

Oleh karenanya, jika pemerintah tidak segera turun tangan secara maksimal dalam hal mengatasi masalah asap yang sekarang ini terjadi di Sumatera dan Kalimantan, maka akan semakin banyak masyarakat yang akan terkena risiko penyakit tersebut.

Share This Article