Asma Ketika Sedang Hamil, Sebahaya Apa Sih? | Breaktime
Asma Ketika Sedang Hamil, Sebahaya Apa Sih?
15.03.2016

Sesak napas atau asma ketika hamil termasuk masalah kesehatan yang umum dialami oleh wanita. Masalah ini juga bisa menyerang wanita hamil yang bahkan tidak memiliki riwayat asma sekalipun. Sayangnya, asma saat hamil tidak hanya mempengaruhi Anda saja namun juga dapat mengurangi oksigen janin, B’timers.

Meskipun demikian, asma saat hamil tidak berarti membuat kehamilan Anda menjadi lebih sulit atau membahayakan Anda dan janin. Ketika wanita hamil mengalami sesak napas kemudian ditangani dan dikendalikan dengan benar, kehamilan akan tetap berjalan dengan normal tanpa mengalami risiko yang signifikan akibat asma tersebut. Lantas, bagaimana jika sesak napas tidak terkontrol dan tidak ditangani dengan cara yang benar?

Asma Ketika Sedang Hamil, Sebahaya Apa Sih? | Breaktime
Asma pada wanita hamil memang wajar terjadi

Bahaya sesak napas yang tidak terkontrol saat hamil

Mengalami asma ketika hamil memang tidak menimbulkan efek berbahaya yang berlebihan jika ditangani dengan tepat. Namun, hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi jika sesak napas tidak terkontrol. Kemungkinan-kemungkinan buruk tersebut di antaranya adalah terjadinya preeklamsia penyebab tekanan darah tinggi. Naiknya tekanan darah dapat mempengaruhi kondisi plasenta, ginjal, hati dan otak Anda.

Sedangkan bahaya untuk janin saat asma tidak dalam penanganan terbaik jauh lebih besar dari bahaya yang Anda alami. Hal tersebut bisa saja membuat pertumbuhan janin Anda terhambat. Parahnya lagi, janin Anda mungkin akan mengalami kelahiran di usia 37 minggu atau prematur. Risiko terbesarnya adalah kemungkinan terjadinya kematian bayi sebelum atau setelah lahir (kematian perinatal).

Baca juga : 5 APLIKASI CANGGIH INI BERGUNA UNTUK WANITA HAMIL

Asma Ketika Sedang Hamil, Sebahaya Apa Sih? | Breaktime
Cek kondisi kesehatan Anda juga janin Anda

Lalu, cara mengatasinya?

Pada dasarnya cara mengatasi asma ketika hamil atau asma pada wanita yang tidak hamil adalah sama. Namun, wanita hamil harus mempersiapkan sejak dini untuk membantu mereka mengendalikan peradangan serta mencegah dan mengendalikan serangan asma. B’timers harus merekam gerakan janin. Catat dan cermati apakah tendangan janin menurun dari waktu ke waktu. Jika Anda mendapati aktivitas janin berkurang, segera hubungi dokter untuk mendapatkan keterangan dan petunjuk.

Namun bicara soal asma pada wanita hamil, setelah bertahun-tahun penelitian, para ahli sekarang mengatakan bahwa tidak masalah menangani asma ketika hamil dengan obat daripada tidak ditangani sama sekali. Agar lebih aman dan tidak berisiko yang berlebihan, bicarakan dengan dokter Anda tentang perawatan yang paling aman untuk Anda dan janin Anda tentunya. (nap)

Share This Article