Apakah Multitasking Baik Bagi Kesehatan Otak? | Breaktime
Apakah Multitasking Baik Bagi Kesehatan Otak?
28.01.2016
“Experts say you can’t concentrate on more than one task at a time.”—Marilyn vos Savant

Cara paling cepat untuk menyelesaikan banyak pekerjaan bejibun tentu saja dengan multitasking. Harus diakui bahwa kebiasaan ini sangat sulit untuk ditinggalkan. Bahkan, tak sedikit orang yang meyakini bahwa multitasker adalah seseorang dengan kecerdasan super yang mengagumkan. Benarkah demikian?

Apakah multitasking efektif dan efisien?

Sandra Bond Chapman, Ph.D, seorang pendiri dan direktur utama di Center for BrainHealth di The University of Texas justru menemukan hasil yang bikin B’timers terkejut. Yap, dalam penelitiannya tersebut ia mengamati bahwa seseorang yang berada di kisaran usia 20-an, 50-an, bahkan 80-an selalu mengalami penurunan ketajaman otak 10 sampai 20 tahun lebih cepat, lho. Waduh!

Anggapan bahwa kemampuan Anda untuk multitasking menandakan kecerdasan ataupun latihan otak sejatinya tak benar seutuhnya. Multitasking menjadikan otak “tenggelam” dalam berbagai pikiran, merusak pusat kognitif, bahkan bila dibiarkan bisa mengakibatkan keterbelakangana mental dan penurunan ketajaman otak.

Yap, dalam penelitian yang dilakukan Sandra, multitasker akan mengalami peningkatan kortisol alias hormon pemicu stres yang begitu tinggi. Hormon inilah yang dapat mengakibakan kerusakan pada sejumlah area otak.

Selain itu, sejatinya otak memang tidak didesain untuk mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Sebagai contoh, di antara B’timers mungkin ada yang kerap menyetir mobil sambil berbincang via telepon. Sekilas, Anda memang bisa melakukan kedua aktivitas ini. Namun, tahukan B’timers bahwa saat melakukannya, kemampuan visual otak tengah mengalami penurunan?

Apakah Multitasking Baik Bagi Kesehatan Otak? | Breaktime
Menyetir sambil bertelepon sering bikin Anda gagal fokus

It means, saat menyetir Anda tak sepenuhnya mengamati kondisi jalanan dengan baik. Keadaan inilah yang kemudian sering mengantar B’timers untuk sampai ke sejumlah tempat yang Anda sendiri bingung kenapa berada di sana. Nah, pernah mengalami gagal fokus yang berujung nyasar seperti ini? Seberapa sering, nih?

Berhati-hatilah jika terbiasa multitasking

Kalau kejadian gagal fokus seperti itu sering sekali Anda alami, inilah waktu yang tepat untuk mulai mengubah kebiasaan gaya hidup. You are never too old to protect your brain! Pertama, cobalah untuk menghindari job yang terlalu menantang selama tiga sampai lima menit. Carilah udara segar atau lemparkan pandangan Anda sejenak ke luar kaca jendela.

Kegiatan sederhana semacam ini sangat membantu merangsang otak untuk kembali segar dan memunculkan ide-ide baru. Kedua, hindarkan diri Anda dari berbagai gangguan yang bikin fokus pecah. Sebagai contoh, aktifkan silence mode pada smartphone Anda dan matikan notifikasi email agar otak benar-benar bisa bekerja menyelesaikan satu pekerjaan saja dalam sekali waktu.

Nah, dua cara sederhana tersebut sangat bisa B’timers coba untuk menjaga kesehatan otak sejak dini. Nikmatilah hidup dengan mengerjakan serangkaian aktivitas dengan lebih sistematis agar B’timers terbebas dari sensasi overwhelming yang menyiksa. (vsc)

Share This Article