Apa Sebab dan Bagaimana Mengatasi Sesak Napas? | Breaktime

KONSULTASI KESEHATAN

dr. Yosefin Eka

dr. Yosefin Eka,S.Ked adalah alumni FK Universitas Brawijaya Malang. Ia pernah mengikuti Pelatihan Emergency Life Support di RS. Hasan Sadikin Bandung, serta Pelatihan dan Workshop Kulit Kelamin & Estetik Medik di FK Univ. Sebelas Maret 2015.

Apa Sebabnya dan Bagaimana Mengatasi Sesak Napas?
05.07.2016

Pertanyaan:

“Dari SD saya sering merasa sesak napas, dada terasa tertekan dan sulit sekali rasanya mengambil udara. Hal ini sering terjadi saat hawa di sekitar terasa sangat dingin. Namun hal serupa juga terjadi saat hawa terasa sangat panas saat siang hari dan ketika saya harus berjalan di jalan yang sedikit mendaki. Sebelum sesak saya rasakan, terlebih dahulu saya merasakan kram pada kaki dan tangan saya, seolah kaku dan sulit digerakkan. Sempat saya periksakan, namun pendapat dokter berbeda-beda, ada yang bilang karena alergi, ada juga yang bilang karena asma, ada lagi yang bilang karena bulu binatang (saya pecinta kucing sejak 3 tahun terakhir ini, tapi sakit yang saya rasakan sudah sejak SD). Teman saya ada yang menderita asma dan sering pingsan saat kambuh, tapi sesak yang saya rasakan tidak pernah membuat saya pingsan dan gejalanya berbeda dengan teman saya tersebut.”

- Indri Hapsari, Perempuan, usia 23 tahun, berat badan 45 kg, tinggi badan 165 cm, Lumajang

Apa Sebab dan Bagaimana Mengatasi Sesak Napas? | Breaktime
Sesak napas bisa disebabkan karena asma

Jawaban:

Dear Indri Hapsari,

Dari gejala yang Anda ceritakan, sakit yang Anda alami adalah Asthma atau sesak. Asthma terjadi karena reaksi alergi yang kronis berulang. Asthma disebabkan pembengkakan dan penyempitan saluran pernafasan yaitu bronkus. Karena membengkak, bronkus membentuk banyak lendir. Gejala-gejala umum asma yaitu:

  • sesak nafas hingga berbunyi “ngik-ngik
  • batuk
  • dada terasa berat atau sakit

Asthma dapat disebabkan dan dipicu oleh adanya faktor genetik atau keturunan, serta reaksi alergi seperti terhadap makanan, debu, bulu-bulu hewan, tungau, cuaca (bisa dingin atau panas), stress atau kecapekan, dan serbuk bunga.

Tips untuk menghindari Asthma kambuh atau berulang:

  1. Hindari hal-hal yang dapat memicu alergi, seperti makanan, debu, bulu-bulu hewan, tungau, cuaca (dingin maupun panas)
  2. Jangan mandi dan keramas terlalu malam atau menggunakan air dingin. Gunakan air dengan suhu yang pas
  3. Jangan tidur di lantai (meski menggunakan alas seperti kasur atau tikar), karena meski memakai alas tetap dapat memicu kambuhnya Asthma
  4. Jaga kebersihan rumah atau kasur atau semua alat-alat yang Anda gunakan agar tidak berdebu
  5. Kurangi atau hindari stress dan kelelahan dengan makan-makanan bergizi, olahraga teratur dan istirahat cukup
  6. Managemen stress yang baik
  7. Kenali penyebab alergi Anda dengan baik, dengan memeriksakan ke dokter bagian alergi untuk dilakukan tes alergi, yaitu dengan Skin Prick Test atau Uji Tusuk Kulit

Anda tidak mengalami pingsan juga disebabkan karena kerentanan seseorang untuk pingsan berbeda-beda. Jika seseorang memiliki kerentanan untuk mudah pingsan, maka ia dapat mudah jatuh pingsan. Selain itu, jika tensi atau tekanan darah masih cukup dan cadangan glukosa dalam tubuh Anda juga masih mencukupi atau tidak terlalu rendah keduanya, maka hal tersebut yang menyebabkan Anda tidak mudah pingsan. (dr.Yosefin Eka)

Share This Article