Menurut Para Ahli Ternyata Tak Perlu Mandi Setiap Hari | Breaktime
Anda Tak Perlu Mandi Setiap Hari, Kata Para Dermatologis!
04.08.2015

Mandi bertujuan untuk membersihkan berbagai kotoran yang menempel di tubuh setelah melakukan aktivitas seharian. Bahkan, orang tua kita kadang menyarankan mandi 3 kali sehari agar tubuh jadi lebih bersih. Namun ternyata, para dermatologis memiliki pendapat lain yang mungkin akan merubah kebiasaan B’timers!

Menurut Dr. Ranella Hirsch seorang dermatologis dari Boston, semakin sering Anda mandi, terlebih lagi menggunakan air panas, maka kelembapan kulit semakin berkurang dan bisa memicu iritasi.

Tidak hanya itu saja, Dr Casey Carlos, seorang asisten profesor dermatologis dari University of California San Diego School of Medicine, mengatakan bahwa ada dampak negatif yang bisa Anda alami jika terlalu sering mandi, misalnya kulit menjadi rusak, kering, dan perih.

Keramas juga tidak boeh terlalu sering akan membuat rambut rusak
Keramas juga tidak boeh terlalu sering akan membuat rambut rusak

Tidak hanya berdampak pada kulit saja, rambut juga ikut terkena imbasnya. Jason Emer, dermatologis dari University of Illinois menjelaskan bahwa terlalu sering keramas akan mengurangi minyak alami yang berfungsi melembapkan rambut dan kulit kepala.

Oleh sebab itu, Carlos menyarankan untuk:

  • Kurangi kebiasaan mandi yang terlalu sering untuk menjaga kealamian kulit.
  • Ubah kebiasaan mandi terlalu lama. Cukup mandi 10 menit saja.
  • Ketika mandi, gunakan sabun hanya pada daerah-daerah yang menimbulkan aroma tidak sedap, contohnya saja ketiak, selangkangan, dan juga kaki. 
  • Hindari penggunaan sabun pada punggung, dada, dan lengan, agar kelembapannya tetap terjaga. 
  • Kurangi penggunaan produk perawatan saat mandi seperti sampo, kondisioner, dan sabun.

Tapi untuk Anda yang tinggal di daerah berhawa panas, tetap usahakan untuk mandi secara rutin ya. B’timers! Jangan biarkan keringat terus menempel dan menimbulkan aroma yang tak sedap.

Share This Article