Tips Jitu Memperlancar Asi saat Melakukan Puasa | Breaktime
5 Tips ASI Lancar Meski di Bulan Puasa Ramadan
06.07.2015

Selama ini, banyak ibu menyusui yang memilih untuk tidak berpuasa karena takut jumlah ASI nya berkurang. Padahal, Anda bisa menjalankan puasa dan menyusui selama bulan Ramadan dengan sejumlah tips-tips menarik berikut ini:

Perah ASI di malam hari

Saat malam hari, terjadi peningkatan jumlah hormon prolaktin yang berpengaruh pada produksi ASI. Oleh karena itu, manfaatkan momen ini untuk memerah ASI dan menyimpannya di dalam lemari es.

Perbanyak minum air putih

Tak dipungkiri bila memerah ASI di siang hari akan membuat Anda merasa haus. Ini terjadi karena produksi hormon oksitosin meningkat dan membuat tubuh kurang cairan. Oleh karena itu, siasati dengan memperbanyak minum air putih pada saat berbuka hingga waktu sahur habis. Anda juga bisa minum segelas susu hangat sebelum tidur malam agar produksi ASI meningkat.

Perbanyak konsumsi daging

Protein daging menjaga energi tubuh saat menyusui
Protein daging menjaga energi tubuh saat menyusui

Tingginya kandungan protein pada daging juga bisa mendukung produksi ASI. Pasalnya, protein daging dapat disimpan oleh tubuh dalam jangka waktu lama sehingga kebutuhan nutrisi saat menyusui akan lebih terpenuhi.

Konsumsi camilan ringan dan sehat

Usai salat tarawih, Anda juga bisa untuk menikmati camilan ringan dan sehat yang baus untuk ASI seperti kacang-kacangan dan buah segar. Sebagai contoh, tingginya zat antioksida, vitamin, dan mineral pada buah blueberry bisa dijadikan andalan untuk mendukung energi Anda saat menyusui.

Perah ASI di siang hari

Memerah ASI di siang hari tetap penting karena produksinya berpegang pada prinsip demand and supply. Jadi, semakin banyak ASI yang dikeluarkan, semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi. Hanya saja, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan konsumsi air putih dan makanan sehat di malam hari dan saat sahur agar Anda tak mengalami dehidrasi.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mencoba salah satu tips di atas? Bila memang mampu untuk melakukannya, tidak ada salahnya untuk dicoba, bukan?

Share This Article