Mitos Tentang Udara Dingin yang Sebenarnya Salah | Breaktime
5 Mitos Tentang Udara Dingin yang Sebenarnya Keliru
11.12.2015

B’timers penyuka udara dingin? Ya, bagi sebagian orang udara dingin memang terasa lebih nyaman daripada udara panas yang bikin berkeringat. Namun, udara dingin memang cenderung lebih tidak bersahabat dengan tubuh, bahkan terkadang bisa memicu penyakit. Setidaknya, itulah yang sering menjadi anggapan banyak orang.

Padahal, tak semua mitos tentang udara dingin yang beredar itu benar. Inilah 5 mitos seputar udara dingin yang selama ini keliru dimengerti:

Udara dingin menyebabkan kita sakit

Meski kadang terasa tak nyaman, sebenarnya udara dingin saja takkan membuat tubuh kita sakit. Bahkan, menurut Rachel C. Vreeman, MD, penulis buku tentang kesehatan, pergi keluar saat udara dingin justru dapat meningkatkan sel-sel yang memerangi infeksi di dalam tubuh. Itu merupakan cara tubuh untuk melawan stres akibat udara yang sangat dingin.

Jangan berolahraga saat udara dingin

Bersiaplah dengan baju olahraga Anda dan Anda bisa melakukan olahraga lari di luar. Ya, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Medicine & Science in Sports and Exercise, saat udara dingin, kita justru bisa berlari lebih cepat dan itu secara otomatis membakar lebih banyak kalori dengan waktu yang lebih singkat, lho.

Mitos Tentang Udara Dingin yang Sebenarnya Salah | Breaktime
Banyak mitos tentang udara dingin yang sebenarnya keliru

Kurang terkena sinar matahari memicu depresi

Sebenarnya, ini tidak seratus persen benar. Sebab, ada begitu banyak faktor yang bisa memicu depresi dan bukan semata karena Anda kurang terkena sinar matahari, atau karena cuaca sedang dingin. Padatnya pekerjaan dan masalah keluarga bisa menjadi faktor lain yang sangat kuat untuk membuat seseorang mengalami depresi.

Berat badan makin naik saat udara dingin

Meski saat udara sedang dingin kita cenderung lebih banyak makan dan jadi kurang gerak, namun tak semua orang mengalami berat badan yang terus naik. Khususnya untuk wanita, sebenarnya bukan saat cuaca dingin saja berat badan cenderung naik, namun itu terjadi kapan saja jika Anda tidak banyak melakukan olah gerak dan kurang menjaga pola makan.

Vitamin C mencegah sakit flu

Yang satu ini bisa dibilang setengah mitos. Karena, mengonsumsi 75 mg vitamin C setiap hari bisa membantu menjaga daya tahan tubuh serta mencegah penyakit seperti flu menyerang, demikian menurut sebuah studi tahun 2013 dari University of Helsinki. Jadi, meminum vitamin C saja tak serta-merta menghadang flu yang menyerang, seimbangkan juga asupan gizi Anda.

Nah, sekarang B’timers jadi kenal lebih jauh dengan udara dingin, bukan? Jadi, tak semua mitos dan opini yang sering Anda dengar itu benar. Namun, yang terpenting tetaplah menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup yang sehat, ya. (md)

Share This Article