Efek Negatif Kemarau Panjang Jangan Disepelekan | Breaktime
4 Efek Negatif Kemarau Panjang yang Tak Boleh Disepelekan
12.11.2015

Musim kemarau yang berkepanjangan di tanah air bisa berdampak buruk pada kesehatan serta lingkungan sekitar. Beberapa masalah kesehatan yang serius mulai menjangkit dan sasaran utamanya adalah anak-anak. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh di usia-usia tersebut masih terbilang lemah terhadap perubahan ini.

Nah B’timers, coba kenali beberapa efek dari kemarau panjang berikut ini supaya Anda bisa bersiaga dan menghindarinya:

1. Nyeri dada

Pengaruh dari kekeringan yang berkepanjangan adalah menurunnya kualitas udara dan juga kelembapan. Hal ini tentunya berdampak buruk pada kesehatan. Salah satu penyakit yang cukup sering dialami selama kemarau adalah nyeri dada yang disebabkan oleh infeksi jamur. Spora yang tertiup angin tidak menempel pada rumput dan terbang bebas, sehingga bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh manusia.

2. Infeksi saluran pernafasan

Selain nyeri dada, infeksi saluran pernapasan akut atau yang disebut juga dengan ISPA, cukup banyak menyerang selama musim kemarau panjang. Sebagian besar penyebabnya adalah debu yang beterbangan karena kurangnya air pada tanah. Karena berukuran kecil, sangat sulit sekali untuk menhindari partikel debu ini.

Efek Negatif Kemarau Panjang Jangan Disepelekan | Breaktime
Gunakan masker dan konsumsi suplemen vitamin C untuk memaksimalkan kekebalan tubuh

3. Malaria

Meskipun kekeringan melanda, beberapa nyamuk masih tetap bebas dan bahkan pertumbuhannya cukup besar. Salah satu penyakit yang berbahaya adalah malaria. Cukup banyak kasus malaria di beberapa rumah sakit besar di Indonesia selama musim kemarau.

4. Diare

Karena kurang air serta lingkungan yang berdebu, berakibat pada higienisnya makanan yang dijual oleh para pedagang. Akibatnya banyak sekali anak kecil yang terserang penyakit pencernaan seperti diare. Untuk menghindarinya cukup mudah B'timers, perbanyak konsumsi masakan yang diolah di rumah dan menutupnya dengan rapat saat tidak dimakan.

Menjaga pola makan serta mengimbanginya dengan asupan gizi yang cukup akan membantu Anda terjauh dari masalah kesehatan. Tetap semangat, B'timers! (ya)

Share This Article