Rahasia Sukses Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran
3 Trik Rahasia Turunkan Berat Badan Setelah Lebaran
23.07.2015
“Dieting is the only game when you win when you lose.” – Karl Lagerfeld

Nasi kuning, ketupat, rendang daging, opor ayam, kue nastar, serta aneka biskuit, cokelat dan permen memang jadi kudapan yang paling dinanti saat Lebaran tiba. Apalagi setelah berpuasa sebulan penuh, tak bisa dipungkiri momen kumpul bersama keluarga sekaligus jadi ajang “balas dendam” untuk melahap semua sajian yang tersedia di meja.

Mungkin yang ada di pikiran kita, “Ah, tak masalah, bukankah makan besar begini cuma sekali dalam setahun? Lagipula bukankah kita habis berpuasa selama satu bulan?”. Nah, saat menimbang berat badan beberapa hari setelah Lebaran, barulah kita kaget melihat angkanya. Apakah B’timers juga mengalaminya? Tak perlu galau! Kita bisa “meneruskan” diet ala Ramadan untuk menurunkan berat badan setelah Lebaran. Seperti apa trik rahasia untuk membakar lemak tersebut? Ini dia!

Hidrasi, hidrasi dan hidrasi

Salah satu kunci utama untuk menurunkan berat badan adalah dengan banyak minum air. Atau, lebih banyak lagi minum air daripada biasanya. Tak hanya membantu tubuh agar terhindar dari dehidrasi, banyak minum air putih juga mengontrol keinginan untuk terus mengonsumsi makanan manis atau gula. Kurangi kopi dan teh, namun teh herbal bisa jadi alternatif air putih dan membantu memperlancar pencernaan.

Banyak minum air putih bantu membakar lemak
Banyak minum air putih bantu membakar lemak

Rajin berolahraga

Jika saat libur Lebaran kemarin bisa dibilang kita meninggalkan rutinitas olahraga, kini saatnya kembali aktif bergerak. Mengurangi makan saja tidak cukup, berolahraga adalah langkah untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus membakar lemak. Luangkan waktu setidaknya 30 menit per hari untuk olahraga ringan seperti berjalan, lari atau jogging dan melakukan gerakan fitness.

Hindari olahan gula

Musuh nomor satu dalam menurunkan berat badan adalah gula. Ya, makanan manis yang tak pernah bisa kita abaikan ini memang “jahat”. Baik dalam bentuk minuman atau kue dan permen, Anda sangat disarankan mengurangi konsumsi gula yang berlebih. Ganti dengan konsumsi makanan manis yang lebih alami seperti buah, buah kering dan madu.

Diet mungkin sudah terdengar sulit bahkan sebelum memulainya. Namun, kalau itu untuk kesehatan jangka panjang sekaligus investasi di masa depan, mengapa tidak? Jagalah berat badan ideal B’timers, it’s the only way you can work on your healthy happiness.

Share This Article