Woles, Ini Rahasia Bugar dengan Slow Run | Breaktime
Woles, Ini Rahasia Bugar dengan Slow Run
25.08.2017

Anda mungkin berpikir bahwa olahraga lari yang menyehatkan harus dilakukan dalam tempo yang cepat. Hal itu membuat kebanyakan orang menyingkirkan sepatu larinya karena merasa tidak sanggup berlari ala sprinter dengan kecepatan maksimal. Padahal, salah satu kelebihan berlari dibandingkan jenis olahraga lainnya ialah Anda dapat menentukan sendiri seberapa cepat Anda berlari.

Eits, jangan salah ya, Btimers. Kecuali Anda seorang pelari maraton, ada baiknya Anda menjadikan slow run sebagai olahraga andalan untuk mendapatkan tubuh sehat. Slow run atau yang sering disebut dengan jogging merupakan olahraga yang cukup populer di kalangan awam. Sayangnya, banyak pelari pemula yang sulit menentukan, sebenarnya selambat apa sih slow run itu?

Slow run menurut RRCA (Road Runners Club of America) merupakan jenis lari lambat dalam conversational pace atau yang memungkinkan Anda untuk berlari sambil mengobrol dengan orang lain tanpa terengah-engah. Hiroaki Tanaka, profesor dari Fakultas Olahraga dan Ilmu Kesehatan di Universitas Fukuoka, Jepang menambahkan karakter lain dari slow run, yakni lari ringan yang dilakukan dalam smiling pace atau niko niko pace. Artinya, tak ada kecepatan tertentu yang dapat menentukan seberapa lambat Anda melakukan slow run. Kuncinya, setiap orang memiliki kecepatan lari masing-masing, tergantung pada bagaimana Anda mulai berlari dengan perlahan dan “mendengarkan” reaksi tubuh Anda saat berlari. Apabila Anda mengenakan heart rate monitor saat berlari, denyut jantung Anda seharusnya berada di kecepatan normal yakni sekitar 75% atau 110-440 bpm (beats per minute). Pada beberapa orang, kecepatan slow run bahkan bisa menjadi lebih lambat daripada kecepatan berjalan kaki. And it’s okay!

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
4 Olahraga Mengecilkan Perut Berefek Longlasting

Meski tak ada patokan standar, Tanaka memberi ilustrasi ketika sedang berhadapan dengan lampu lalu lintas yang hendak berubah warna dan Anda bersiap untuk menyeberang jalan. Kondisi tersebut akan menuntut setiap orang, bahkan orang dengan kecepatan lari paling lambat sekalipun untuk mulai berlari. Secara angka, running-to-the-light pace semacam itu memiliki kecepatan sekitar 4,3 mil atau hampir 7 kilometer per jam. Tanaka juga menyarankan Anda untuk mulai berlari dengan sangat lambat, yakni dari 2-3 mil per jam. Anda dapat mulai melambat apabila Anda merasa terengah atau kesulitan bernafas, caranya ialah mengobrol dengan teman berlari Anda. Apabila Anda berlari seorang diri, Anda dapat menentukan kecepatan slow run dengan cara berlari selambat mungkin hingga Anda dapat menyanyi dengan nyaman.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Caranya Langsing Alami Tanpa Diet Susah Payah

It is never too late to start,” ujar Tanaka, karena slow run terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. RRCA menyebutkan beberapa manfaat luar biasa dari slow run yang berbeda-beda berdasarkan berapa lama Anda berlari. Slow run dalam jangka waktu yang cukup pendek yakni di bawah 45 menit akan bermanfaat bagi perbaikan kondisi tubuh, memperlancar pembuangan dari otot yang lelah, serta meningkatkan kekuatan tubuh. Lari ringan dalam medium distance selama 45-90 menit juga akan membantu Anda mendapatkan tubuh kuat tanpa menimbulkan stres secara fisik maupun mental. Tubuh B’timers juga dijamin semakin mudah dalam mengalirkan dan memanfaatkan oksigen lho, B’timers! Slow run dalam jarak tempuh yang cukup jauh selama lebih dari 90 menit akan mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, dan bagaimana mengontrol ketidaknyamanan yang dirasakan tubuh serta memaksimalkan penyimpanan glikogen dalam tubuh. 

Woles, Ini Rahasia Bugar dengan Slow Run | Breaktime
Nikmati slow run untuk mendapatkan quality time dengan diri sendiri atau teman berlari Anda

Manfaat slow run secara keseluruhan ialah memperkuat otot kaki, perut, dan lengan; sebagai latihan untuk meningkatkan kinerja kardiovaskuler, pernafasan, serta otot agar lebih efisien; meningkatkan kuantitas dan ukuran mitokondria dalam sel tubuh; dan membentuk postur tubuh seorang pelari secara lebih efisien. Sekelompok pelari slow run berusia 75 tahun bahkan merasakan manfaat berupa turunnya tekanan darah secara signifikan.  Slow run juga terbukti mampu mengurangi risiko terjadinya cedera daripada berlari jarak jauh dalam kecepatan maksimal.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kunci Perut Buncit Pada Wanita K.O Dalam 5 Hari!

Tak hanya berbagai manfaat dalam kekuatan dan kinerja metabolisme tubuh, slow run ternyata bisa menjadi cara yang ampuh untuk membakar lemak sebagai energi untuk berlari. Sebagai salah satu upaya mind training, B’timers juga bisa memanfaatkan slow run untuk mendapatkan quality time serta meningkatkan kesehatan mental dan menghilangkan berbagai pikiran negatif. Tunggu apa lagi, B’timers? Tinggalkan segala kesibukan dan beban pikiran Anda di rumah, nyanyikan lagu favorit Anda sambil berlari, atau mengobrollah bersama orang terkasih by phone atau bersama teman berlari Anda. Happy running! (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE