Sudah Tepatkah Pilihan Seafood yang Anda Konsumsi?
Sudah Tepatkah Pilihan Seafood yang Anda Konsumsi?
13.03.2015

Untuk berbagai manfaat kesehatan, B’timers memang harus mengkonsumsi seafood yang kaya akan protein. Namun pastikan seafood yang Anda santap memang layak dikonsumsi, itulah yang disampaikan dalam buku The Perfect Protein yang ditulis oleh Andy Sharpless, pendiri sekaligus pemilik Oceana.

Oceana merupakan organisasi internasional terbesar yang berfokus penuh terhadap konservasi kelautan. Sharpless mengemukakan, jika ingin makan seafood yang kondisinya sehat, maka Anda perlu tahu jenis mana yang layak untuk dikonsumsi dan mana yang harus dihindari.

Which seafood is safe to eat and which one is not? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini:

Sarden dan Ikan Teri: Yes

Sudah Tepatkah Pilihan Seafood yang Anda Konsumsi?

Spesies yang ukurannya kecil bereproduksi dengan sangat cepat dan seringkali mereka merupakan spesies yang jumlahnya sangat banyak, kuat,dan juga subur dalam rantai makanan. Maka dari itu, ikan-ikan kecil seperti sarden dan tuna bisa terus menjadi makanan sehat bagi jutaan orang jika diolah dengan baik.

Ikan Tenggiri: Yes

Sudah Tepatkah Pilihan Seafood yang Anda Konsumsi?

Ikan tenggiri, kaya akan omega-3 yang dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Tingkat kontaminasi pada ikan tenggiri juga tergolong rendah. Tenggiri juga termasuk mudah diolah menjadi aneka makanan karena tekskturnya yang tidak terlalu lembek.

Tiram dan Kerang: Yes

Sudah Tepatkah Pilihan Seafood yang Anda Konsumsi?

Tiram dan kerang, baik yang diternak maupun yang liar, dapat membantu memperbaiki kualitas air dan karena rentang hidupnya yang lebih pendek, cenderung lebih sedikit terkena kontaminasi. Selain itu, penangkapan kerang juga tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Udang: No

Sudah Tepatkah Pilihan Seafood yang Anda Konsumsi?

Udang sebaiknya tidak dikonsumsi bukan karena alasan medis, namun lebih kepada alasan perlindungan lingkungan. Ya, penangkapan udang dapat merugikan biota laut lainnya. Sebab, udang memiliki ukuran yang kecil sehingga setiap kali spesies ini ditangkap, 2 hingga 3 kg ikan lain juga ikut terjerat jala, termasuk kura-kura laut terutama jika lokasinya di teluk.

Salmon Ternak: No

Sudah Tepatkah Pilihan Seafood yang Anda Konsumsi?

Produksi 2,3 kg salmon ternak mengorbankan 11,5 kg ikan liar untuk dijadikan makanan, dan ini jelas merugikan alam. Ditambah lagi, salmon ternak cenderung penuh kutu laut dan parasit yang harus dibasmi menggunakan bahan kimia beracun dengan dosis tinggi. Sehingga bisa dipastikan bahwa salmon memiliki tingkat kontaminasi yang cukup tinggi.

Nah, bagaimana dengan seafood eating habit B’timers? Jadikan kebiasaan makan seafood Anda lebih sehat dan bersahabat dengan alam, ya!

Share This Article