Seburuk Apa Sih, Ngemil di Malam Hari? | Breaktime
Sering Dihindari, Seburuk Apa Sih, Ngemil di Malam Hari?
16.01.2016

Bagi mereka yang menginginkan tubuh ramping ideal, diet ketat sering dijadikan pilihan sebagai salah satu usaha. Pola makan dan olahraga teratur benar-benar dijaga. Artikel di internet tentang tips menurunkan berat badan dan video senam aerobic, seolah sudah menjadi teman karib di setiap harinya.

Makan di malam hari meningkatkan asupan kalori

Mereka pun berkomitmen kuat untuk menjaga segala pantangan dan sebisa mungkin tidak melanggarnya. Salah satu pantangan yang diyakini banyak orang tidak boleh dilanggar saat sedang diet maupun tidak sedang diet adalah makan dan ngemil di malam hari. Bahkan tak jarang, mereka banyak yang merasa melakukan dosa besar jika tidak bisa menahan nafsu makan di malam hari karena lapar. Tapi, benarkah makan malam itu buruk dan tak baik dilakukan?

Jim White, seorang ahli kesehatan sekaligus pemilik Jim White Fitness & Nutrition Studios membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa berat badan Anda naik karena makanan yang Anda makan di malam hari mengandung kalori berlebih yang sebenarnya tidak Anda perlukan.

"Kalori yang Anda konsumsi setelah makan malam lebih dari kebutuhan kalori harian Anda," ungkap White. Kalori berlebihlah yang menyebabkan berat badan mudah naik. Alasan lain ngemil atau makan di malam hari dianggap sebagai perusak diet adalah karena metabolisme tubuh untuk membakar kalori ketika Anda sedang tidur tidak seefisien siang hari ketika Anda aktif.

Seburuk Apa Sih, Ngemil di Malam Hari? | Breaktime
Proses pembakaran kalori saat tidur tidak sebaik saat aktif di siang hari

Suhu tubuh saat tidur mempengaruhi proses pengolahan kalori

Pada malam hari, suhu tubuh turun dan leptin atau hormon yang menekan nafsu makan yang terdapat dalam tubuh naik. Jika Anda memasukkan kalori berlebih, hal itu berpotensi besar untuk membuat berat badan Anda naik. Apalagi, jika makanan yang Anda konsumsi mengandung banyak lemak dan Anda pun tidak memiliki tidur yang cukup.

Hal tersebut dikuatkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Northwestern University. Mereka setuju tentang teori bahwa makan dan ngemil di malam hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Studi yang menggunakan tikus sebagai subjek penelitian itu menemukan bahwa tikus yang makan di saat tidur berat badannya naik hingga 48 persen dari berat badan semula.

Lantas, bagaimana agar tehindar dari “dosa besar” ngemil dan makan di malam hari? Sebenarnya tidak sulit, kok. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan di antaranya merencanakan apa yang Anda makan dan kapan Anda harus makan, sebisa mungkin menjauhkan diri dari dapur, menyibukkan diri dan yang paling penting, makan pagi alias sarapan.

Sebuah penelitian dari University of Kansas Medical Center menunjukkan bahwa sarapan, terutama yang kaya protein, dapat membantu Anda mengontrol nafsu makan sepanjang hari. Jika Anda melewatkan sarapan, Anda akan kelaparan sehingga memicu Anda untuk makan dan ngemil di malam hari.

Nah, B’timers, semoga sukses dengan diet Anda! (nap)

Share This Article