Saat Berhenti Nge-Gym, Apa yang Terjadi dengan Tubuh? | Breaktime
Saat Berhenti Nge-Gym, Apa yang Terjadi dengan Tubuh?
17.10.2015

Bila saat ini B’timers rutin pergi nge-gym, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi bila suatu hari nanti berhenti melakukannya? Oleh karena itu, Rottensteiner M dari University of Jyvaskayla, Finlandia melakukan studi pada 10 pasangan kembar yang mulai rutin nge-gym sejak pertengahan usia 30 tahunan.

Pria yang rutin nge-gym setidaknya dua kali dalam sepekan dibandingkan dengan mereka yang mulai “mangkir” punya perbedaan fisik yang cukup kentara, lho.

Obesitas

Seseorang yang berhenti nge-gym ternyata memiliki peluang mengalami obsesitas sebanyak 24% dibandingkan dengan mereka yang rutin nge-gym, yakni  hanya 20,7%. Tak main-main, berat badan bisa meningkat beberapa kilo secara drastis.

Penyimpangan memori

Meski terdengar berlebihan, hal ini memang benar adanya. Seorang pria yang mangkir dari nge-gym memiliki jumlah sel abu-abu otak yang lebih sedikit. Padahal, sel ini berfungsi untuk mengelola informasi dan mengatur keseimbangan dan fungsi motorik.

Saat Berhenti Nge-Gym, Apa yang Terjadi dengan Tubuh? | Breaktime
Tubuh jadi mudah lelah dan ketangkasan juga mulai berkurang

Kekuatan tubuh berkurang

Ada dua jenis otot tubuh, tipe I dan II. Jaringan otot tipe II cenderung memiliki kemampuan bergerak lebih cepat dan butuh latihan berat untuk mengoptimalkan kemampuannya. Jadi, ketika Anda berhenti nge-gym, performa otot ke II ini akan menurun dengan drastis dibandingkan performa otot tipe I. Akibatnya, kekuatan tubuh Anda pun akan berkurang.

Bentuk tubuh berubah

Menurut James Ting, M.D. seorang dokter di Hoag Orthopedic Institute di Irvine, Kalifornia, cepat tidaknya perubahan tubuh pasca berhenti nge-gym tergantung berapa lama B’timers meninggalkan nge-gym dan jenis latihan yang ditinggalkan.

Namun, bila Anda telah sangat lama nge-gym, perubahan bentuk tubuh akan terjadi secara lambat. Masalah akan muncul bila Anda baru beberapa waktu nge-gym, tubuh mulai terbentuk, tapi memutuskan untuk berhenti selama dua bulan. Bisa dipastikan, otot yang padat akan kembali mengendur.

Memicu diabetes

Sejumlah studi juga mengungkapkan bawha berhenti fitnes akan mengacaukan cardio fitness, otak, dan kekuatam tubuh. Sehingga, Jordan Metzl, M.D, dokter olahraga dan penulis buku “The Exercise Cure” mengatakan bahwa kondisi ini dapat menyeret seseorang mengalami diabetes karena otak gagal memberikan perintah siaga pada hormon insulin.

Well, dampak berhenti nge-gym ini tentu bukan jadi alasan untuk takut mencoba gym sama sekali, ya. Selama Anda konsisten menjaga kerutinan diri untuk nge-gym dan menjalankan gaya hidup sehat, everything’s gonna be alright.

Share This Article