Pakar Nutrisi Saja Hindari 3 Makanan Ini, Anda? | BREAKTIME
Pakar Nutrisi Saja Hindari 3 Makanan Ini, Anda?
05.04.2015
“The food you eat can be either the safest and most powerful form of medicine, or the slowest form of poison.”


-Ann Wigmore-

Menurut Pakar Nutrisi, Hindari 3 Makanan Ini

Di tengah keinginan menjalankan gaya hidup sehat, nutrition is a hot topic and no one can’t escape. Inilah mengapa ketelitian B’timers untuk memilih ragam makanan sehat akan sangat menuntun terbentuknya stamina tubuh secara prima.

Akses untuk mendapatkan informasi seputar daftar makanan sehat apa saja yang bisa Anda konsumsi juga semakin luas. Namun, bukankah sangat menarik bila Anda mengetahui jenis makanan apa saja yang tidak akan dikonsumsi oleh pakar nutrisi dan diet?

Kristin Kirkpatrick, M.S., R.D., L.D, seorang dietitian terdaftar yang juga menjabat sebagai manajer layanan nutrisi kesehatan di Cleveland Clinic Wellness Institue menuturkan ada sejumlah makanan yang tidak akan dikonsumsi oleh pakar nutrisi. Nah, apa itu? Berikut informasi menarik yang berhasil Breaktime rangkum untuk Anda:

Makanan bebas lemak

kandungan lemak baik pada peanut butter
kandungan lemak baik pada peanut butter

Sering tergiur dengan label “Fat-free” atau “Reduced-fat foods”? Indeed, they may sound tempting, tapi tahukah Anda bahwa konsekuensi dari makanan yang tidak mengandung lemak sama sekali? Sebagai contoh, ketika Anda menjumpai peanut butter dengan label “reduced fat”, pada dasarnya, pihak pabrik telah mengurangi jumlah kacang yang merupakan sumber lemak baik dan menggantinya dengan gula.

Masalahnya, the original peanut butter is healthier than the altered product for “fat-free” reasons. Adanya penambahan gula berlebih pada bahan makanan justru dapat memicu masalah peradangan, diabetes tipe 2, termasuk menghambat kesuksesan program diet untuk berat badan ideal.

Unggas pemakan bahan kimia

Pilih ayam berkualitas dari makanannya
Pilih ayam berkualitas dari makanannya

Anda pecinta olahan dari unggas seperti ayam sebaiknya mulai mencermati jenis makanan apa yang dikonsumsi oleh hewan tersebut. Why? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cynthia A Daley dari California State University bersama dengan sejumlah rekannya di tahun 2010 menemukan bahwa unggas yang mengonsumsi makanan alami mengandung lemak Omega 3 lebih banyak dibandingkan unggas yang tidak.

Selain itu, unggas yang mengonsumsi makanan alami dan bebas dari campuran bahan kimia juga mengandung kadar vitamin A dan E yang tinggi, serta mengandung lemak yang lebih sedikit dan aman bagi kesehatan secara menyeluruh.

(Baca juga: Cara Efektif Hindari Makan Berlebihan Setelah Olahraga)

Speciality Coffee Drinks

Hindari kopi dengan tambahan bahan berlebih
Hindari kopi dengan tambahan bahan berlebih

Siapa yang tidak gemar mengawali hari dengan menyeruput kopi atau menikmatinya ketika di siang ataupun malam hari? Penelitian tahun 2012 yang dimuat dalam New England Journal of Medicine yang dilakukan oleh Neal D. Freedman, Ph.D dkk menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat menurunkan risiko angka kematian seseorang, lho!

But the thing is, adding extra ingredients to the mug can outweigh the advantages derived from the coffee been. Nah, lho! Speciality Coffee Drinks sering mengandung high-fat milk serta sejumlah sirup pemanis lainnya that may contribute to weight gain over time.

Nah, itulah ragam makanan yang jamak ditemui dan sayangnya menjadi a big no untuk dikonsumsi para pakar nutrisi. Nah, B’timers yang ingin menjadi an expert in terms of healthy food and life juga bisa mencontoh berbagai pola makan yang dilakukan oleh para pakar nutrisi tersebut, bukan?

Share This Article