Overweight? Kenali Tanda-Tandanya! | BREAKTIME
Overweight? Kenali Tanda-Tandanya!
12.03.2015

B’timers pasti sudah tahu cara menghitung Body Mass Index  atau BMI dengan cara membagi angka berat badan dan tinggi badan. Namun sebenarnya, overweight tak hanya bisa dilihat dari sisi ini saja. Ada berbagai tanda-tanda Anda mengalami kegemukan yang tak bisa terlihat dengan mata telanjang.

Apa saja itu? Berikut Breaktime rangkum informasinya untuk Anda:

Tetap lapar meski sudah makan

Meskipun sudah mengonsumsi berbagai makanan, B’timers yang mengalami overweight akan selalu merasa lapar. Jangan pernah mengatasi hal ini dengan mengonsumsi makanan-makanan yang cepat mengenyangkan namun ‘jahat’ bagi kesehatan seperti permen, cake, serta fried foods. Sebagai gantinya, jadikan buah sebagai snack sehat untuk mengatasi rasa lapar di sela-sela waktu makan. Kalau ingin mengonsumsi makanan manis, pilihlah snack rendah lemak seperti granola bars.

Selalu merasa lelah

Jika intensitas lelah yang B’timers rasakan semakin meningkat, itu berarti tubuh sudah mengalami obesitas tingkat tinggi. Menurut Dr. Myo Nwe, M.D, ahli dalam penurunan berat badan sekaligus penulis buku Fat-Me-Not: Weight Loss Diet of The Future, rasa lelah yang terus muncul pada orang yang memiliki berat badan berlebih dikarenakan terjadinya internal inflammation yang disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh. 

Saat tidur mendengkur sangat keras 

Dengkuran Anda bisa sampai membangunkan orang satu rumah? Wah, sepertinya B’timers harus segera berkomitmen untuk menurunkan berat badan. Ya, dengkuran yang terlalu keras ini disebabkan oleh tumpukan lemak berlebih di area leher yang menyebabkan udara tidak bisa keluar-masuk dengan lancar. Jika terus dibiarkan, Anda akan mulai merasakan sesak napas lantaran lemak yang semakin bertambah di area pernapasan. 

Jika mulai mengalami tanda-tanda tersebut, segera ubah pola hidup B’timers! Menjalani gaya hidup yang baik tak hanya akan membuat penampilan lebih maksimal, namun juga melindungi tubuh dari berbagai gangguan dan kerusakan akibat lemak jahat.

Share This Article