Mengenal Diet Atkins Beserta Plus Minusnya | Breaktime
Mengenal Diet Atkins Beserta Plus Minusnya
27.01.2016

B’timers pernah mendengar istilah diet Atkins? Diet Atkins diambil dari nama penggagasnya yaitu Dr. Robert Atkins. Dr. Atkins mencetuskan metode diet ini pada tahun 1960 silam. Ia menekankan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali asupan karbohidrat dalam metode dietnya.

Diet ini dikhususkan untuk penurunan berat badan sekaligus pembentukan massa otot. Karena itu, diet Atkins mengharuskan Anda yang sedang menjalani diet ini untuk memperbanyak konsumsi atau asupan protein. Protein yang digunakan adalah protein dari berbagai macam daging seperti daging ayam, daging sapi, kambing, domba, kelinci dan lain-lain. Sedangkan untuk protein selain daging dianjurkan untuk mengonsumsi dengan takaran 4 ons saja dalam sehari.

Mengenal Diet Atkins Beserta Plus Minusnya | Breaktime
Seluruh jenis daging sebagai pengganti karbohidrat

Metode diet ini memang sangat baik dan efisien dalam menurunkan berat badan. Di mana asupan karbohidrat dibatasi hanya 20 gram saja dalam sehari, maka produksi lemak penyebab kegemukan dalam tubuh akan menurun. Meskipun demikian, diet ini juga memiliki kekurangan dan efek negatif yang cukup berbahaya.

Menyebabkan penyakit jantung

Diet yang menganjurkan mengonsumsi banyak protein dari daging ini membahayakan tubuh karena efek dari lemak jenuh. Lemak jenuh yang terdapat pada daging bisa membuat seseorang berpotensi mengalami serangan dan penyakit jantung lainnya. Apalagi jika daging dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terus-menerus tanpa diimbangi dengan karbohidrat dan protein nabati.

Akibatnya, metode diet ini pernah dikritik keras dan ditentang oleh masyarakat luas. Kendati demikian, Dr. Atkins tetap mempertahankan gagasannya tersebut namun dengan revisi yang lebih baik. Dr. Atkins menghapus aturan menghilangkan asupan karbohidrat.

Mengenal Diet Atkins Beserta Plus Minusnya | Breaktime
Olahraga berat untuk mengurangi risiko penyakit jantung

Untuk menghindari risiko penyakit jantung akibat terlalu banyak asupan lemak jenuh dari daging, diet ini harus diimbangi dengan olahraga fisik yang berat. Apalagi jika Anda ingin membentuk tubuh dengan meningkatkan massa otot. Anda juga harus mengatur jumlah daging yang Anda makan dengan tetap menjaga asupan karbohidrat dan protein nabati.

Bagaimanapun, semuanya tergantung pada keputusan yang B’timers pilih. Namun, sebesar apapun keinginan Anda untuk menurunkan berat badan, Anda harus tetap memperhatikan kesehatan tubuh dan organ Anda. Ingat, jadilah sehat untuk melakukan diet, bukan melakukan diet untuk kesehatan. (nap)

Share This Article