Memperkenalkan Olahraga pada Anak, Perlukah? | Breaktime
Memperkenalkan Olahraga pada Anak, Perlukah?
20.11.2017

Manfaat olahraga untuk kesehatan memang sudah terbukti, terutama bagi kita orang dewasa yang sudah mulai mengalami lambatnya sistem metabolisme. Olahraga tidak hanya membantu menjaga kesehatan jasmani tapi juga kesehatan mental, seperti menurunkan tingkat stres dan mencegah depresi. Dan kapan lagi waktu yang sempurna untuk menanamkan kecintaan terhadap olahraga jika bukan sejak kecil? Jika Anda memiliki anak, ada baiknya Anda juga membiasakan anak Anda untuk rutin berolahraga. Apa alasannya?

Ternyata, mencegah obesitas pada anak bukan satu-satunya manfaat dari olahraga anak, B’Timers. Dengan berolahraga, anak Anda juga akan terbiasa memiliki kebiasaan hidup yang sehat dan pastinya akan ia bawa hingga dewasa nanti. Anak yang terbiasa dengan aktivitas olahraga semenjak ia kecil juga cenderung memiliki nilai kedisiplinan yang lebih tinggi, begitu juga dengan sportivitas serta kemampuan untuk bekerja di dalam tim.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
3 Hal Sepele Tapi Fatal untuk Workout Anda

Setelah Anda tahu berbagai macam manfaat yang bisa dipetik dari memperkenalkan olahraga pada si kecil. Dan sekarang pertanyaannya adalah how do you do it? Jika anak Anda sudah menunjukkan minat pada jenis olahraga tertentu, seperti sepakbola misalnya, maka yang perlu Anda lakukan hanyalah mendukung minatnya tersebut. Mungkin dengan mendaftarkannya pada klub olahraga anak di kota Anda. Atau, jika B’Timers punya waktu Anda juga bisa untuk menjadi sparring partner-nya saat weekend.  Untuk mencegah burnout, sebaiknya Anda memberikan variasi olahraga ringan yang bersifat permainan seperti tangkap bola atau aktivitas ringan lainnya.

Memperkenalkan Olahraga pada Anak, Perlukah? | Breaktime
Selain menyehatkan, anak juga jadi belajar bergaul

Jika si kecil ternyata belum memiliki ketertarikan yang menonjol terhadap jenis olahraga tertentu, Anda bisa membantunya dengan memperkenalkan 2 hingga 3 jenis olahraga yang berbeda padanya. Seperti olahraga bulu tangkis, berenang, voli, dan lain sebagainya. Dan harap diingat bahwa nantinya anak Anda kemungkinan besar akan mengalami perubahan minat terhadap jenis olahraga yang disukainya. And it’s completely fine! Malah Anda justru wajib untuk mendukung dia agar terus bereksplorasi untuk menemukan jenis olahraga yang paling ia suka.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Aturan Minum Jus Bayam & Jahe, Ini Yang Terjadi!

Ketika memperkenalkan hal baru yang kita anggap mendidik, seringkali orangtua jadi lupa daratan dan terkesan terlalu mendorong anak dalam mendalami minat olahraganya. Walaupun angan-angan bahwa ia memiliki potensi untuk menjadi atlet olahraga yang mendunia, jangan pernah memaksakan satu jenis olahraga pada anak. Karena anak-anak tidak menyukai kegiatan monoton, dan bisa-bisa mereka justru merasa tertekan dan membenci aktivitas olahraga. Sekali lagi, anak Anda sedang dalam tahap eksplorasi dan tetaplah berpegang teguh pada tujuan memperkenalkan olahraga sebagai cara hidup yang sehat dan fun untuk anak Anda.

Support terbesar yang bisa Anda berikan dan pasti sangat bermakna buat anak Anda adalah ketika mereka merasa gugup sebelum pertandingannya dimulai, atau bahkan saat ia mengalami kekalahan. Ajarkanlah bahwa kegagalan dalam merebut piala bukan akhir dunia, dan bahwa Anda akan selalu bangga terhadapnya. Penerimaan Anda terhadap kegagalan anak Anda nantinya akan memupuk jiwa sportivitas dan self-esteem-nya.

Tapi sebenarnya seberapa besar sih dampak pengenalan olahraga yang berlebihan terhadap anak? Satu hal yang jelas adalah, besar kemungkinan anak Anda akan mengalami kejenuhan kronis, alias burnout. Ya, anak-anak pada dasarnya hampir sama dengan orang dewasa. Jika Anda bisa mengalami burnout akibat rutinitas dan tuntutan pekerjaan yang menumpuk, maka anak Anda pun bisa mengalami burnout gara-gara aktivitas olahraga yang terlalu padat.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jenis Latihan Fisik bagi Penderita Diabetes

Seringkali tanda-tanda burnout pada anak kecil sering luput dari perhatian kita, namun gejala umum yang seringkali terlihat adalah anak mulai terlihat enggan untuk berbicara tentang aktivitas olahraga yang ia lakukan. Beribu alasan pun meluncur dari bibir mungilnya untuk menghindari latihan. Dan tak jarang, anak Anda menunjukkan gejala depresi seperti kehilangan nafsu makan, sering mengeluh mual dan sakit kepala (ya, depresi pun bisa terjadi pada anak kecil).

Langkah terbaik ketika anak menunjukkan gejala burnout? Pertimbangkan untuk memberikan ia kesempatan untuk beristirahat sejenak dengan mengajaknya berlibur dan yang paling penting, dengarkan keluhannya dan berikan ia dukungan yang ia butuhkan. Good luck, B’Timers. (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE