Lindungi Buah Hati, Say No to Obesity | BREAKTIME
Lindungi Buah Hati, Say No to Obesity
21.03.2015

Di Amerika Serikat, satu dari lima anak mengalami kelebihan berat badan dan angka ini terus meningkat. Sama halnya dengan di Indonesia, bisa B’timers lihat kini tak sedikit anak yang megalami obesitas. Padahal, anak-anak cenderung lebih sedikit mengalami masalah kesehatan dibandingkan orang dewasa.

Anak-anak dengan kelebihan berat badan berisiko terserang berbagai penyakit kronis seperti serangan jantung dan diabetes saat dewasa. Mereka juga cenderung mudah merasa stress, sedih, dan rendah diri.

Penyebab obesitas sendiri ada beragam. Yang paling umum adalah faktor genetik, kurangnya kegiatan fisik atau olahraga, pola makan yang tidak sehat, atau kombinasi dari semua faktor tersebut. Hanya pada beberapa kasus saja kegemukan disebabkan kondisi medis seperti masalah hormon.

Anak-anak yang kegemukan berisiko mengalami kelebihan kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dini, diabetes, masalah pada tulang, serta gangguan pada kulit seperti ruam, infeksi jamur, dan jerawat. Untuk memastikan apakah anak mengalami kegemukan atau tidak, dokter akan mengukur berat dan tinggi tubuh, kemudian menghitung BMI (Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh). 

Lalu bagaimanan cara memperlakukan buah hati jika ia memang mengalami obesitas? Ini dia informasinya Breaktime rangkum khusus untuk Anda:

Memberikan dukungan

Jika B’timers memiliki buah hati yang mengalami obesitas, sangat penting untuk memberitahunya bahwa Anda sepenuhnya memberikan dukungan terhadapnya. Apa yang dirasakan anak-anak tentang diri mereka seringkali dipengaruhi oleh perasaan orangtua terhadap mereka.

Bersikap terbuka

Penting juga bagi Anda untuk berbicara dengan anak tentang berat badannya. Dengan begitu, Anda sekaligus mengajak buah hati berbagi kekhawatiran yang dirasakan. Dan jika B’timers bisa menerima berapapun berat badan anak, ia akan merasa lebih baik dan percaya diri.

Melibatkan seluruh keluarga

Tidak disarankan bagi orangtua untuk memperlakukan anak-anak secara berbeda karena masalah berat badan mereka. Justru, orangtua sebaiknya fokus memperbaiki kebiasaan olahraga dan pola makan seluruh anggota keluarga sedikit demi sedikit. Dengan melibatkan seluruh keluarga, si Kecil akan ikut belajar menjalani pola hidup sehat tanpa merasa terkucilkan.

Kini B’timers tak perlu takut dengan risiko obesitas pada buah hati. Kenali tandanya sejak dini dan lakukan pencegahan dengan tepat. Jika obesitas sudah terjadi, tetaplah menjadi orangtua yang supportive dan ajak seluruh keluarga untuk ikut membantu sang buah hati.

Share This Article