Berikut Cara Diet Sehat dan Tepat Lacto-ovo-vegetarian | Breaktime
Lacto-ovo-vegetarian, Diet Tepat untuk Pecinta Sayur
01.08.2015

Walaupun dipandang sangat menyiksa, tidak sedikit orang yang rela melakukan diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. B’timers pasti juga sudah akrab dengan beragam jenis diet seperti atkins diet, the zone diet, vegan diet, vegetarian diet sampai dengan weight watchers diet.

Untuk vegetarian diet sendiri, masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis, antara lain lacto vegetarian, lacto-ovo-vegetarian, living food diet vegetarian, pescovegetarian dan masih banyak lagi. Di Indonesia, diet jenis lacto-ovo-vegetarian paling banyak digemari karena cukup mudah dilakukan, yaitu dengan memperbanyak asupan sayur dan menghindari daging serta telur.

Vegetarian diet diminati karena lebih menyehatkan dibandingkan diet jenis lainnya
Vegetarian diet diminati karena lebih menyehatkan dibandingkan diet jenis lainnya

Bagi B’timers yang ingin melakukan program diet lacto-ovo-vegetarian, mulailah dengan memperbanyak konsumsi beberapa jenis sayuran, seperti:

  • Brokoli karena mengandung 40% protein dan 60% karbohidrat kompleks serta jenis zat yang dibutuhkan tubuh lainnya.
  • Bayam yang memiliki kandungan serat tinggi.
  • Selada yang tinggi akan nutrisi dan klorofilnya.
  • Wortel yang kaya kandungan antioksidan dan phychemicals.
  • Kecambah yang mempunyai kandungan vitamin besar. 

Setelah mengetahui jenis sayuran yang dianjurkan untuk dikonsumsi, B’timers juga perlu mengetahui cara pengolahan sayuran yang tepat seperti berikut: 

  • Dalam memasak sayuran, khususnya sayuran hijau, jangan melakukan proses pemanasan berulang karena dikhawatirkan dapat mengurangi nutrisinya.
  • Cuci bersih semua sayuran yang akan dimasak karena bisa jadi ada kandungan pestisida atau zat berbahaya lainnya yang masih menempel.
  • Saat merebus sayuran, didihkan air terlebih dahulu baru memasukkan sayuran agar tidak menjadi lembek dan kandungan nutrisinya tidak banyak yang hilang.

Siap menghajar lemak berlebih dengan memperbanyak asupan sayur melalui lacto-ovo-vegetarian, B’timers?

Share This Article