Junk Food dan Fast Food, Lebih Bernutrisi Mana? | Breaktime
Junk Food dan Fast Food, Lebih Bernutrisi Mana?
20.09.2016

Anda suka memesan makan siang di restoran dekat kantor, B’timers? Nah, menu apa, nih, yang paling sering Anda pesan, junk food atau fast food? Well, ternyata masih banyak yang tak bisa membedakan kedua jenis makanan ini, lho. Sebenarnya jika membicarakan masalah nutrisi, kedua makanan tersebut berbeda, B’timers. Dan berikut yang membedakan junk food dan fast food.

Junk Food dan Fast Food, Lebih Bernutrisi Mana? | Breaktime
Minuman bersoda termasuk junk food, lho

Sejarah junk food dan fast food

Sebenarnya sejarah fast food sudah ada sejak abad 19, ketika era industri Amerika Serikat dimulai. Nah, karena waktu makan para pekerja yang sangat singkat, mau tidak mau mereka harus seefisien mungkin dalam memanfaatkan waktu untuk makan, B’timers. Fast food yang ada saat itu baru berupa snack bar saja. Masuk abad 20-an, mulai bermunculan restoran-restoran cepat saji.

Cara penyajiannya yang cepat sangat disukai dan cocok dengan gaya hidup yang makin modern ini. Yang baru mereka sadari, ternyata makanan cepat saji bisa menyebabkan obesitas, B’timers. Sebenarnya fast food dengan junk food itu sama sekali berbeda. Bahan penyusun fast food termasuk bahan-bahan yang padat gizi. Sementara junk food, kandungan nutrisinya terbatas sekali.

Junk Food dan Fast Food, Lebih Bernutrisi Mana? | Breaktime
Fast food tetap memiliki lebih banyak nutrisi

Kandungan nutrisi junk food dan fast food

Pada umumnya yang termasuk dalam kelas junk food atau kita dikenal sebagai makanan sampah adalah makanan dengan kandungan garam,  gula, lemak dan kalorinya tinggi, sementara gizinya sangat sedikit sekali. Sebut saja keripik kentang, semua dessert manis, fast food yang digoreng, minuman bersoda atau minuman berkarbonasi. Semua ini termasuk dalam golongan junk food, B’timers.

Dan sebenarnya ada kesalahpahaman mengenai fast food yang sebenarnya merupakan teknik penyajian makanan yang Anda beli. Intinya tidak semua fast food itu termasuk junk food. Selama penyajian menu di restoran cukup cepat, inilah yang dinamakan fast food. Namun demikian, tetap saja harus Anda batasi mengonsumsi makanan seperti ini, ya, B’timers?

Nah, meskipun fast food sedikit lebih bernutrisi dibandingkan junk food, Anda  tidak disarankan untuk makan terlalu sering, lho, B’timers. (NO) 

Share This Article