Bedakan Lapar Perut dengan Lapar Mata | Breaktime
Jangan Tertipu, Bedakan Lapar Perut dengan Lapar Mata
18.01.2016

Saat tiba-tiba Anda merasa lapar, kadang Anda tidak bisa membedakan apakah kita benar-benar lapar atau hanya lapar secara emosional yang biasa disebut dengan lapar mata. Masalahnya, jika Anda menuruti rasa lapar yang belum jelas datangnya itu, berarti Anda telah memasukkan kalori lebih yang mungkin saja sama sekali tidak diperlukan oleh tubuh.

Padahal, ada beberapa perbedaan bisa digunakan sebagai pedoman untuk mengenali apakah Anda sedang mengalami lapar secara fisik atau hanya lapar secara emosional saja. Nah, sebelum Anda buru-buru menuruti rasa kelaparan sesaat dan menyesal setelahnya, sebaiknya Anda perhatikan baik-baik ciri-ciri lapar perut dan lapar mata berikut ini.

Lapar fisik

Bedakan Lapar Perut dengan Lapar Mata | Breaktime
Lapar fisik atau lapar perut akan terjadi saat memasuki jam makan

Jika kita benar-benar kelaparan dan memerlukan masuknya makanan dalam tubuh, biasanya ditandai dengan perut yang terasa kosong dan keroncongan. Lapar fisik biasanya terjadi beberapa jam setelah kita makan besar atau memasuki jam makan selanjutnya. Lapar fisik terjadi secara bertahap dan tidak tiba-tiba terasa begitu saja serta ditandai dengan badan yang terasa lemas.

Lapar fisik juga ditandai dengan tidak adanya rasa keterpaksaan ketika makan. Setelah Anda mengonsumsi sejumlah makanan baik ringan maupun berat, Anda akan merasakan kepuasan dan berhenti makan ketika merasa mulai kenyang.

Kelaparan emosional

Berbeda dengan lapar secara fisik, lapar yang muncul secara emosional biasanya datang secara tiba-tiba. Setelah melihat makanan lezat, misalnya. Lapar emosional juga bisa menimbulkan halusinasi terhadap suatu rasa makanan tertentu. 

Bedakan Lapar Perut dengan Lapar Mata | Breaktime
Lapar emosional terjadi setelah melihat makanan tertentu

Rasa lapar jenis ini bisa saja muncul bahkan setelah makan besar. Ciri-ciri yang lebih mudah dikenal ketika Anda lapar mata adalah Anda menjadi spesifik dengan ingin mengonsumsi makanan dengan merek dan jenis tertentu. Anehnya, Anda tidak akan merasakan puas meski sudah merasa kenyang. Setelah memenuhi hasrat Anda untuk makan, Anda akan merasakan penyesalan yang besar dan rasa malu.

Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut, semoga Anda lebih teliti dan bijak dalam menentukan apakah Anda memang perlu makan atau tidak. Jangan tertipu dan buru-buru menyendokkan makanan hanya karena ingin atau berat badan Anda akan naik beberapa ons setelahnya! (nap)

Share This Article