Eits, Jangan Buru-buru Buang Makanan Kedaluwarsa Sebelum Periksa 4 Hal Ini | Breaktime
Eits, Jangan Buru-buru Buang Makanan Kedaluwarsa Sebelum Periksa 4 Hal Ini
31.07.2015

Memiliki stok makanan yang sudah kedaluwarsa, seringkali membuat banyak orang terpaksa membuangnya. Padahal, jika makanan tersebut masih dalam kondisi bagus, it must be good enough to eat, right? Namun, kecemasan akan gangguan kesehatan pasti jadi pertimbangan utama B’timers.

Nah, kali ini Anda perlu memeriksa keamanan makanan yang sudah kedaluwarsa dengan sejumlah cara praktis berikut:

Jenis Makanan

Daging, susu, telur paling mudah untuk kedaluwarsa
Daging, susu, telur paling mudah untuk kedaluwarsa

Menurut Catherine Strohbehn, PhD, RD, seorang profesor di Iowa State University, bahan makanan yang mengandung kadar protein tinggi lebih cepat mengalami pembusukan daripada makanan berbahan gula atau sodium. Oleh karena itu, jangan ragu untuk membuang daging, susu, atau telur yang kedaluwarsa yang ada di dalam kulkas.

Aroma

Selain itu, Anda juga bisa mencium aroma bahan makanan yang telah kedaluwarsa. Periksalah apakah makanan tersebut mengeluarkan bau yang tak sedap. Bau yang menyengat menandakan bahwa bahan makanan tersebut telah dipenuhi banyak bakteri dan jamur.

Warna Bahan Makanan

Amati perubahan warna pada makanan
Amati perubahan warna pada makanan

Bila tak tercium aroma busuk dari makanan, amatilah warna di sekitar permukaannya. Bila Anda memiliki roti, periksalah keberadaan jamur bewarna biru di sekitarnya atau warna hijau di sekitar permukaan daging.

Tekstur makanan

It’s a little bit tricky, tapi Anda benar-benar harus memastikan bahwa tekstur bahan makanan tak berubah. Pada susu yang sudah tak bisa dikonsumsi, teksturnya akan lebih mengental.  Bahkan, sejumlah bahan makanan kalengan pun dapat diidentifikasi tak lagi layak makan bila bagian sekitarnya sudah berkarat dan bocor.

Nah, selagi bahan makanan B’timers berhasil “lolos” dari empat tahap tersebut, maka besar kemungkinan bahwa makanan tersebut masih layak konsumsi dan tak perlu buru-buru dibuang.

Share This Article