Efek Negatif Detoks Jangka Panjang! | Breaktime
Efek Negatif Detoks Jangka Panjang Mungkin Membahayakan Kesehatan
09.02.2016

Bagaimana cara Anda menjaga kondisi tubuh selain berolahraga selama ini, B’timers? Dengan mengonsumsi makanan yang menyehatkan dan menghindari makanan cepat saji tentunya. Tapi apakah Anda pernah mendengar istilah diet detoks, atau mungkin pasangan dan Anda sendiri sudah mengikuti tren mengonsumsi campuran jus timun dengan sayuran hijau lain yang menjijikkan?

Well, memang banyak orang yang mengikuti tren tersebut untuk membuang racun yang mengendap dalam tubuh karena gaya hidup yang semakin tidak menyehatkan saat ini. Padahal menurut para ahli kesehatan, tubuh kita sudah memiliki cara alaminya sendiri untuk mengenyahkan racun yang masuk melakui makanan dan minuman, atau polusi yang ada di sekitar lingkungan kita. Selain itu ditambahkan juga, detoks ternyata memiliki efek yang membahayakan kesehatan, lho, B’timers. Dan, apa saja efek negatif detoks jangka panjang yang membahayakan tubuh kita, ya?

1.Rendah protein

Jus detoks yang Anda konsumsi kebanyakan tidak mengandung protein sama sekali. Atau seandainya ada, kandungan protein di dalamnya hanya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh Anda, B’timers. Disebutkan setiap orang memerlukan pasokan protein yang cukup setiap harinya, untuk membangun sel kekebalan tubuh dan meregenerasi otot.

2.Rendah kalori

Dengan mengonsumsi jus detoks, Anda hanya memberi asupan sekitar 800 – 1200 kalori ke dalam tubuh. Dan jika Anda melakukan program detoks selama 10 hari saja, tubuh akan mencoba menghemat pembakaran kalori dengan memperlambat metabolisme. Asupan rendah kalori memang berhasil membantu Anda menurunkan berat badan, tapi berat badan bisa kembali meningkat nantinya.

Efek Negatif Detoks Jangka Panjang! | Breaktime
Kekurangan kalori dapat mengakibatkan kelelahan berlebih

3.Anda mungkin tidak merasa sehat saat melakukan detoks

Bahkan efek negatif detoks jangka panjang dikatakan bisa menyebabkan perubahan fungsi usus. Terlebih bagi penderita diabetes, detoks juga dapat membuat kadar gula darah tidak stabil. Sementara wanita hamil atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan ginjal.

Tapi sebenarnya efek negatif detoks jangka panjang dapat diminimalisir, kok, B’timers. Dengan berkonsultasi pada ahli kesehatan terlebih dahulu, Anda akan mendapatkan resep menyehatkan bagaimana melakukan detoks tanpa perlu membahayakan kesehatan. (NO)

Share This Article