Diet Ekstrem Ternyata Bikin Tulang Cepat Keropos | BREAKTIME
Diet Ekstrem Ternyata Bikin Tulang Cepat Keropos
17.04.2015

“Beauty is pain”, B’timers pernah dengar pepatah satu ini? Yap, untuk menjadi cantik, terkadang tak heran bila Anda harus rela menempuh cara-cara yang cukup menyakitkan, seperti menurunkan berat badan secara drastis demi mendapatkan tubuh ideal.

Namun, tahukah B’timers bahwa “diet ekstrem” seperti ini ternyata dapat berpengaruh pada pengeroposan tulang tubuh? Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti Amerika yang dimuat dalam “The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism”, wanita paruh baya yang kehilangan berat badan dalam jumlah ekstrem dilaporkan mengalami kehilangan kepadatan tulang yang lebih banyak dibandingkan dengan kaum pria lho.

Seorang direktur dari The Skeletal Health and Osteoporosis Center and Bone Density Unit di Brigham and Women’s Hospital (BWH), Meryl LeBoff  menuturkan bahwa berat badan memang memiliki hubungan positif dengan faktor risiko kardiovaskuler seperti diabetes. Namun, penurunan berat badan secara tiba-tiba dan ekstrem juga dapat berdampak pada penurunan kepadatan tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang.

Tim LeBoff menganalisis data yang dikumpulkan selama studi penurunan berat badan dengan melibatkan 424 peserta berusia 30 sampai 70 tahun yang memiliki kelebihan berat badan. Mereka diminta untuk menerapkan jenis diet tertentu untuk kemudian diukur kepadatan tulangnya, mulai dari tulang belakang hingga tulang pinggul.

Diet Ekstrem Ternyata Bikin Tulang Cepat Keropos | BREAKTIME
Hati-hati, diet berlebih bisa bahayakan kesehatan tulang

Hasilnya sangat mengejutkan, wanita yang mengalami penurunan berat badan sebesar 6,4% dari bobot sebelumnya ditemukan mengalami kehilangan kepadatan tulang belakang dan pinggul yang lebih besar dibandingkan dengan laki-laki yang kehilangan 8% dari bobot sebelumnya.

Umumnya, gejala pengeroposan tulang akibat diet ekstrem ini dapat dideteksi melalui kemunculan sejumlah gejala seperti tubuh makin pendek atau postur tubuh makin membungkuk, nyeri tulang, dan yang paling parah terjadi patah tulang pada area tulang belakang, pangkalpaha, dan pergelangan tangan.

Nah, jangan sampai B’timers merasakan gejala-gejala tersebut lantaran melakukan diet yang terlalu ekstrem, ya! Diet tetap dibutuhkan, tapi tetap dalam batasan wajar. Hal ini senada dengan apa yang dituturkan oleh Kathryn Diemer, seorang pakar Osteoporosis dari Washington University School of Medicine di St. Louis.

Mulai sekarang cobalah untuk menjalani program diet yang dapat menurunkan berat badan B’timers secara perlahan-lahan. Jangan lupa pula untuk selalu memasukkan makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan vitamin D seperti susu dan ikan ke dalam menu diet B’timers sehingga tulang tetap kuat dan bentuk tubuh juga ideal.

Share This Article